TINGKATKAN PERAN LEMBAGA REHABILITASI KOMPONEN MASYARAKAT



CIAMIS,- Dalam upaya menanggulangi korban penyalah guna atau pecandu narkoba (residen) di wilayah kerja Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis perlu adanya lembaga rehabilitasi yang memenuhi syarat ketentuan sebagai bentuk pelayanan terapi dan rehabilitasi.

Menyikapi hal dimaksud, BNN Kabupaten Ciamis melalui Seksi Rehabilitasi melakukan verifikasi ke sejumlah lembaga rehabilitasi komponen masyarakat (LRKM) yang sebelumnya telah melakukan pemetaan dan pendataan, sebagaimana dituturkan oleh Kasi Rehabilitasi BNN Kabupaten Ciamis, Aris Nuryana, S.Sos. saat melakukan verifikasi di LRKM Ar-Rahmaniyah Cijeungjing Ciamis, Senin (19/09/2016).

Ia menambahkan, tujuan dari verifikasi ini adalah sebagai langkah awal guna memberikan dukungan penguatan lembaga, mengingat LRKM ini merupakan mitra kerja BNN dalam upaya menanggulangi korban atau pecandu narkoba.

“Kami telah melakukan pendataan dan pemetaan LRKM yang berada di wilayah kerja BNN Kabupaten Ciamis diantaranya, Inabah XVII Puteri Cihaurbeuti Ciamis, Inabah XVIII Putera Cihaurbeuti Ciamis, Inabah XXIV Panumbangan Ciamis, Inabah XXV Banjarangsana Ciamis, Yayasan Ar-Rahmaniyah Cijeungjing Ciamis, Inabah II Puteri/Yayasan Sirnarasa Panjalu Ciamis dan Yayasan I’Anatush-Shibyan Mangunjaya Pangandaran, lembaga-lembaga ini diharapkan korban atau pecandu narkoba pulih kembali dan produktif di masyarakat yang tentunya tidak kambuh kembali kenarkoba (relapse)”. Ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh pimpinan Yayasan Ar-Rahmaniyah, KH. AA. Abdul Azis, pihaknya menyambut baik langkah-langkah BNN yang selama ini menjadi mitra kerja dalam upaya menanggulangi korban atau pecandu narkoba.

Ia menambahkan, kerjasama ini diharapkan terus berkesinambungan sehingga LRKM mampu menjalankan fungsinya dengan baik, yang tentunya sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Adapun metoda yang kami terapkan selama ini dalam terapi rehabilitasi bagi residen melalui metoda keagamaan diantaranya solat wajib dan sunat, dzikir, tausiyah, mengaji, mandi taubat dan rukiyah, serta metoda lainnya seperti konseling, focus group discussion (FGD), dan latihan keterampilan, serta kebiasaan kami menerapkan ganti nomor handphone (HP) bagi residen yang akan kembali ke keluarga atau masyarakat dengan harapan terputus dari jaringan sesama pecandu.” Pungkasnya.**BNN Kab. Ciamis-ktv





Share:

0 comments:

Post a comment

Kawali TV

Blog Archive

Recent Posts

BERITA