• Jalan Raya Kawali Dihotmik

    Klik Untuk Membaca Berita Selengkapnya

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

RAPAT KERJA PROGRAM KEPENDUDUKAN

Pencapaian Target TFR Pemkab Tasikmalaya siapkan 5 kegiatan Strategis.

Displaying warga menyaksikan pembagian kupon sukaraja.jpgKabupaten Tasikmalaya. Kawali TV. Tiga unsur utama IPM ( Indeks Pembangunan Manusia) yakni, Kesehatan,Pendidikan dan ekonomi tidak akan tercapai sesuai dengan yang dharapkan selama masalah kependudukan tidak bias dikendalikan.Masalah kependudukan menjadi salah satu indicator penting bagi peningkatan IPM karena secara implementasi masalah kependudukan memiliki cakupan yang luas terhadap sector pembangunan. Besarnya jumlah penduduk di Kabupaten Tasikmalaya dipengaruhi oleh masih tingginya Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP). Pada tahun 2010 LPP Kabupaten Tasikmalaya masih sebesar 0,99, pada tahun 2013 ada kenaikan LPP menjadi 1.3, serta Total Fartility (TFR) mencapai 2 hingga 3 anak.

Selama ini dalam rangka upaya menurunkan LPP dan TFR,  Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui BPMKB Kabupaten Tasikmalaya terus membidik kelompok generasi muda, keluarga pra sejahtera serta kelompok masyarakat daerah tertinggal, terpencil.Salah satunya dengan menggalakan Program Gerakan Berencana ( Genre), Program edukasi dan advokasi terhadap remaja usia sekolah dan perguruan Tinggi, seperti disampaikan Bupati Tasikmalaya H. Uu Ruzhanul Ulum saat membukan Rapat Kerja Daerah Program Kependudukan, Keluarga Berencana Dan Pembangunan Keluarga Tahun 2015, bertempat di Pendopo Kabupaten Tasikmalaya, Singaparna,belum lama ini. “Untuk itu seluruh Stakholder dituntut terus bekerja keras secara sinergis, terarah, tepat sasaran serta berkesinambungan, terutama dengan lebih mengoptimalkan berbagai Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga,”imbuh Bupati. Untuk mencapai target TFR lanjut Bupati, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mendukung upaya peningkatan jumlah cakupan peserta KB dan KB Mandiri, yang dilaksanakan melalui 5 kegiatan trategis, yaitu Program Pemberdayaan Keluarga, Program KB dan Kesehatan Produksi, Program Kesehatan dan Reproduksi Remaja, Program Penguatan Kelembagaan keluarga kecil Berkualitas, serta Program Pengembangan Sistem Informasi dan Data Mikro Keluarga.

Pada kesempatan sama, dalam sambutan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Dr. Sugilar mengatakan, Rakerda mengusung tiga tujuan Utama, yaitu pertama mengidentifikasi keberhasilan dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan Program Kependudukan, Keluarga Berencana Dan Pembangunan. Keluarga Kedua, Mensosialisasikan arah dan kebijakan program-program Kependudukan, Keluarga Berencana Dan Pembangunan Keluarga. Ketiga, mendorong terciptanya komitmen operasional dari mitra-motra kerja terkait dalam Program Kependudukan, Keluarga Berencana Dan Pembangunan Keluarga. Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Dr. Sugilar, Kapolres Tasikmalaya AKBP. Susnadi, S.IK, Kepala BPMKB Kabupaten Tasikmalaya Drs. Eddy Nurmana, para Camat, serta para Penyuluh KB dan perwakilan Kader Posyadu di Wilayah Kabupaten Tasikmalaya.*** ( Rusdianto)
Share:

JABARKU SUKARAJA

JABARKU  DI KECAMATAN SUKARAJA  BERLANGSUNG MERIAH

Kab. Tasikmalaya/ kawali TV. Pelaksanaan acara Jalan Santai Bareng Kang Uu (Jabarku) yang digelar di terminal Kecamatan Sukaraja beberapa waktu lalu ( 25/5) berlangsung meriah. Bahkan para peserta jalan santai tersebut juga diikuiti  warga di luar kecamatan sukaraja. Kendati acara sedikit melar dari waktu yang ditentukan namun tidak membuat warga kecewa. Aacara jabarku yang menempuh jarak + 1.5 KM dengan rute start terminal- Taraju- Koleberes  - belok  menuju arah Makam Sejarah Dalem Baganjing bukan hanya diikuti masyarakat, anak sekolah namun anggota DPRD dari Fraksi PAN,Ratna Dewi tampak berbaur bersama warga.

“ acara jalan santai di kecamatan Sukaraja mah sangat meriah, hadiahnya juga sangat banyak,” ujar peserta dari kecamatan Jatiwaras. Kegiatan jalan santai tersebut dihadiri Anggota DPRD Propinsi Jawa Barat, Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Camat Sukaraja, para Kepala Desa di lingkup Kecamatan Sukaraja, tokoh masyarakat serta warga masyarakat Sukaraja. Pada kesempatan itu selain menyerahkan sembako kepada orang tua jompo di 5 (lima) titik penyerahan,Bupati pun menginstruksikan Kepada UPTD Kesehatan untuk mengobati pasien peserta jalan santai yang menderita sakit kanker dan anak-anak yang mengalami penyakit kulit untuk diobati hingga tuntas. *** ( Rusdianto)
Displaying jabarku sukaraja.jpg
Share:

HARGANAS DAN LAUNCHING ADD

Peringgatan Harganas dan BBGRM di Kecamatan Salopa

PEMKAB TASIKMALAYA GELONTORKAN ADD RP. 24,5  MILYAR Kab. Tasikmalaya/ Kawali TV.  Pemerintah Desa seperti sebuah miniatur Pemerintahan Kabupaten dimana Pemerintahan Desa wajib merumuskan RPJMDES, yang kemudian dijabarkan dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan setiap tahun dirumuskan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDES). Hal tersebut disampaikan Bupati Tasikmalaya H. Uu Ruzhanul Ulum dalam acara Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Ke-XII serta Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke- XXII Tingkat Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2015, bertempat di Lapangan mandala RT Bojongjaya, Kampung Kalanganyar Desa Mandalahayu Kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya, baru-baru ini ,senin 25/5/2015.

Bupati juga mengatakan, Bantuan Alokasi Dana Desa (ADD) Infrastruktur merupakan bukti perhatian Pemerintah Daerah kepada desa guna meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan di Desa. Tahun Anggaran 2015 Pemerintah Daerah mengucurkan ADD Infrastruktur untuk Kabupaten Tasikmalaya sebesar Rp. 24.570.000.000,- untuk 351 Desa. “Peran serta serta masyarakat dalam bentuk gotong royong merupakan perwujudan bukti kerjasama yang nyata antara pemerintah daerah dan masyarakat.Dengan kegiatan Bulan Bhakti Gotong royong saat ini, mari kita semangatkan kembali kegotongroyongan dan keswadayaan masyarakat dalam pembangunan,” imbuh Bupati.Ketua TP-PKK Kabupaten Tasikmalaya H. Lina Ruzhan dalam sambutannya mengatakan, Keberhasilan dalam membangun sebuah keluarga sangat diperlukan peran serta semua pihak, seperti dari sektor pemerintahan, TNI-POLRI,TP-PKK. “ Sebuah keluarga merupakan bagian lembaga terkecil dalam masyarakat. Dalam moment ini diharapkan mampu membangun keluarga kecil yang berkarakter dan sejahtera,” tandas Hj. Lina Peringatan BBGRM Ke-XII dan  Harganas Ke- XXII Tingkat Kabupaten Tasikmalaya diikuti peserta dari 9 kecamatan  yakni Kecamatan Salopa,Jatiwaras,Gunungtanjung, Manonjaya, Cineam, Karangjaya, Cikatomas, Pancatengah dan Cikalong. Acara ini juga dihadiri  sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ketua TP-PKK Kabupaten Tasikmalaya Hj. Lina Ruzhan, Kepala BPMKB Kabupaten Tasikmalaya Drs. Edi Nurmana, para Kepala Dinas, para Camat, para Kepala Desa, para Tokoh Masyarakat, serta tamu undangan lainnya.**( Rusdianto)
Displaying pembagian penghargaan salopa.jpg
Share:

UPACARA PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL

Peringatan Hardiknas dan Hari Otonomi Daerah Tingkat  Kabupaten Tasikmalaya

PENGELOLAAN DAN MANAJEMEN PUBLIK  HARUSTRANSPARAN DAN AKUNTABEL

Kab.Tasikmalaya/ Kawali TV.  Peringatan Hari Otonomi Daerah pada dasarnya mempunyai dua tujuan utama, yaitu tujuan demokrasi dan tujuan kesejahteraan. Tujuan demokrasi memposisikan pemerintahan daerah sebagai instrumen pendidikan politik di tingkat lokal yang secara agregat akan menyumbang terhadap pendidikan politik secara nasional untuk mempercepat terwujudnya masyarakat madani. Tujuan kesejahteraan mengisyarakatkan pemerintahan daerah untuk menyediakan pelayanan publik bagi masyarakat lokal secara efektif, efisien dan ekonomis.

“ Guna membuka ruang partisipasi sebesar-besarnya khususnya menyangkut keputusan yang mengikat public yakni dengan terlebih dulu mengisyaratkan pengelolaan dan keputusan manajemen publiknya harus dilakukan secara transparan dan akuntabel, maka Pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintahan daerah akan terwujud,” demikian dikatakan Bupati Tasikmalaya,H.Uu Ruzhanul  Ullum pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah Tingkat Kabupaten Tasikmalaya tahun 2015, belum lama ini di lapangan upacara Setda Kab. Tasikmalaya.

Terkait Pendidikan, dalam sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang dibacakan Bupati, dua hal yang sangat mendasar dalam dunia pendidikan, pertama, terkait akses untuk mendapatkan layanan pendidikan dipengaruhi oleh ketersediaan dan keterjangkauan, yang antara lain digulirkan dalam bentuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Siswa Miskin dan yang lainnya. Kedua, terkait dengan kualitas yang dipengaruhi oleh tiga hal, meliputi ; ketersediaan dan kualitas guru, kurikulum, dan sarana prasarana “ Pendidikan dan kebudayaan pada hakikatnya adalah upaya memanusiakan manusia untuk membangun peradaban yang unggul. Jadi Pendidikan bukan hanya untuk menyelesaikan atau menjawab persoalan-persoalan yang sifatnya sangat teknis dan bersifat kekinian semata,” ujarnya.

“ Kami mengucapkan terima kasih  kepada seluruh insan pendidikan yang telah berikhtiar untuk membangun dan mengembangkan dunia pendidikan”, ujarnya diakhir pidato. Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah Tingkat Kabupaten Tasikmalaya dihadiri, Sekretaris daerah kabupaten Tasikmalaya, Dewan pengurus KORPRI kab. Tasikmalaya, ketua tim Penggerak PKK, Dharma Wanita persatuan, organisasi Wanita tingkat kab. Tasikmalaya, Para Kepala SKPD dilingkup pemerintah Kab. Tasikmalaya, unsure Muspida, Tokoh Masyarakat , Tokoh Agama. *** ( Rusdianto)
Displaying salopa1.jpg

Share:

GAPOKTAN WAWAN

Ketua kelompok Tani Cilegi, Wawan

“ KITA HARUS MEROBAH PARADIGMA TENTANG PETANI ”

Kab.Tasikmalaya/Kawali TV. Konsep Gerakan membangun Desa (Gerbang Desa) yang di Gelontorkan Bupati Tasikmalaya,Uu Ruzhanulullum,SE selama ini selaras dengan potensi dan asset alam yang dimiliki Kabupaten Tasikmalaya. Kabupaten Tasikmalaya merupakan daerah Agraris memang sangat cocok dalam pengembangan perekonomian disektor pertanian. Tinggal Pemerintah dan stakeholder sendiri, bagaimana mengoptimalisasikan pemanfaatan potensi pada sektor pertanian yang ada didaerah, baik potensi Sumber daya alam maupun sumber daya manusianya.

Pemanfaatan  potensi sumber daya alam yang ada di Kabupaten Tasikmalaya belum sepenuhnya bisa di imbangi pada optimalisasi sumber daya manusianya. Pola pikir petani dewasa ini belum sepenuhnya terbuka, tentang bagaimana  caranya mengelola sumber daya alam yang ada untuk bisa dinikmati dimasa depan? Dewasa ini kaderisasi petani cerdas yang bisa menciptakan sumber perekonomian didaerah  dirasakan sangat langka. Ketua kelompok tani Cilegi, Desa Mandalahayu, kecamatan Salopa,Wawan berpendapat, saat ini dirinya merasa sangat sulit menemukan generasi muda yang mau kembali mengolah lahan pertanian, apalagi sampai bisa menciptakan lahan pekerjaan bagi daerahnya sendiri  dari sector warisan Nenek Moyang ini.

Minimnya generasi  petani yang lahir, menurut Wawan, karena orang tuanya selama ini terbelenggu paradigma tentang profesi petani itu sendiri. Berawal dari orang tualah  yang harus bisa merubah paradigma tentang pertanian pada anaknya “ Orang tuanya tidak berhasil mewujudkan generasi petani. Dalam benak orang tuanya selalu berbicara uang , tidak mau memotivasi anak untuk menciptakan peluang jangka panjang dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada dilingkungannya,” ungkap Wawan yang pernah 4 tahun bekerja di perkebunan Karet Bagjanegara. Untuk merangsang minat bertani, saat ini Wawan tengah melakukan terobosan dengan menciptakan lahan pertanian percontohan dengan memanfaatkan tanah kosong dibelakang kantor BPP kecamatan Salopa. *** ( Rusdianto)

Displaying ketua kelompok tani cilegi.JPG
Share:

KOMPOS SODONGHILIR

Ketua Gapoktan Kembar Sepasang, Jaja Sodikin.

 ‘BARU SEBATAS KEBUTUHAN ANGGOTA “

Kab. Tasikmalaya/Kawali TV  potensi  sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada didaerah  ternyata sudah dipersiapkan kelompok Tani Kembar Sepasang.  Percobaan pembuatan Kompos yang menggunakan  bahan baku alam terus dikembangkan.  Pembuatan kompos  yang terbuat  dari  Kohe ( kotoran hewan) , jerami/ rumput dan daun berwarna hijau hasilnya dirasakan sangat luar biasa. Kebutuhan akan kompos terus meningkat, namun sayangnya semua kebutuhan pertanian yang ada didaerahnya belum bisa terakomodir, mengingat terbentur kendala permodalan. Pembuatan kompos  yang ada di Kampung  Ciririp RT 10/RW05 Desa Pakalongan Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya, selama ini  dikatakan ketua Kelompok Kembar sepasang, Jaja Sodikin , untuk  keperluan pembuatan kompos sendiri menggunakan biaya sendiri. “ Dengan biaya seadanya  itu, saat ini  baru bisa mengakomodir kebutuhan  para petani sekitar 1 ton, yang  hanya  cukup untuk 6 – 7 hektar sawah.  Volume kompos yang dibuatnya  saat ini hanya cukup untuk mengakomodir kebutuhan pertanian bagi anggotanya. Kompos dijual ke petani dan sistem pembayarannnya sewaktu panen” ungkap Jaja. Gapoktan Kembar Sepasang yang dibentuk Bulan September tahun 2013 dengan jumlah anggota mencapai 50 orang, dan membawahi 4 Poktan ( kelompok tani) ini sangat berharap pemerintah dapat  membantu dalam masalah permodalan dan pelatihan bagi para anggota. *  ( Rusdianto)

Displaying Petani tengah membuat kompos dari kohe.jpg
Share:

LINTAS KERETA TANPA PALANG

Lintasan kereta api tanpa palang pintu di jalan Benteng Ciamis, hanya di jaga oleh anak kecil. Anak itu masih sekolah mungkin SD atau SMP, hal ini perlu perhatian pihak PJKA dan pemerintah Kabupaten Ciamis, ini bahaya. bagaimana jika kebetulan si anak kecil tadi sedang sekolah atau tak ada lagi penjaga. ini membahayakan bagi pengendara atau orang yang melintasi rel kereta api ini.
Share:

EVALUASI GRUP PASEBAN

PREVIEW:

Share:

MINAT BACA DAN TULIS REMAJA DI ASTANA GEDE KAWALI

Situs Astana Gede Kawali di jadikan tempat mencari inspirasi bagi para remaja yang gemar menulis cerita. Pada tgl 17 mei 2015, sejumlah remaja baik yg masih sekolah SMP, SMA maupun yang sudah Kuliahan, tengah lomba menulis cerita, didahului oleh mendengarkan pencerahan dari para tetua di Gedung Padepokan Seni Kawali, kemudian mereka masuk ke Situs Astana Gede Kawali yang didalamnya sudah siap Day Hendarman Praja, budayawan Kawali,  untuk memberi penjelasan mengenai situasi Situs Astana Gede dan sepitar sejarah Sunda. Para penulis ini tergabung dalam lomba di Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Kabupaten Ciamis. Hadir disini ketua Forum Yus Rusmana Sudia,  menurut Yus, hasil karya peserta, apapun dan bagaimanapun hasilnya, nanti akan di terbitkan, setelah dikoreksi dan perbaikan,  bersamaan dengan terbitnya buku Situa Astana Gede Kawali karya Day dan Seno.   "Rencana target pas hari jadi Kabupaten Ciamis, buku Astana Gede dan karya peserta akan di launching ke masyarakat, selanjutnya 4 bulan sekali FAM akan menerbitkan buku" ujaryus.
Forum ini adalah Cabang ke empat, pusatnya di Jawa Timur, dan Forum Aktif Membaca ini berdiri sejak 2012, namun di Ciamis baru satu bulan, tepatnya 15 April 2015.
Mengapa Situs Astana Gede Kawali yang dipilih untuk mengawali perjalanan, menurut Yus, Astana Gede Kawali menyimpan banyak prasati dan banyak sejarahnya, kebetulan Yus juga asli Selacai, sehingga dirinya sangat mengenal Kawali dan Situs Astana Gede Kawali.
Tujuan diadakan di Kawali menurut Yus Rusmana adalah untuk membumikan literasi Situs Astana Gede Kawali. Selebihnya pengenalan, promosi dan banyak lagi keperluan yang mungkin bisa diambil salah satunya untuk dijadikan jalan kebaikan.
Day Hendarman Praja mengatakan kepada ktv saat di lokasi, hal seperti ini sangat bagus, karena anak sekolah memang harus tahu sejarah negerinya, apalagi  disini menyimpan batu prasasti dan menyimpan banyak sejarah Sunda.
"Ini bagus ya, disini kan memang tempat mencari inspirasi, tempat sejarah, penyimpan situs sejarah dan budaya, jadi sangat tepat jika siswa-siswi menulis disini, Insya Allah hasilnya baik, asal niatnya juga baik, buat anak sekolah sangat bagus dan harus mengenal Situs Astana Gede Kawali, karena disini merupakan cikal bakal kerajaan besar Pajajaran pimpinan Prabu Siliwangi" pungkas Day ** wan
Share:

PAMERAN PRAKARYA DAN SBK SMAN 1 KAWALI

SMAN1 Kawali gelar pameran. Ini merupakan ujian dari mata pelajaran Prakarya dan SBK, juga sebagian pelajaran Bahasa Sunda, pameran melibatkan sembilan kelas untuk kelas 10, dan utusan kelas 11. Menurut Azmi Aditiya peserta dari mia 5, pameran ini akan dinilai ,sementara penilaiannya meliputi stand dan tampilan di panggung. Aziz Arif Bawono dari mia 3 mengaku persiapan untuk pameran sekitar 3 sampai 4 hari, sementara pamerannya itu sendiri 3 hari. Aziz akan menampilkan pupuh raehan lalu di stand bertemakan reycicle, sedangkan Azmi memiliki tema stand kraton. Pameran ini resminya akan di mulai senin 18 Mei hingga rabu 20 mei 2015.wsn
Share:

NOTARIS/PPAT KABUPATEN CIAMIS DAN KOTA BANJAR TANAM POHON DI SITUWANGI


Ikatan Notaris Indonesia dan Ikatan Pejabat Pembuata Akta Tanah Pengda Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar, bersama Gerakan Pramuka Saka Taruna Bumi Kabupaten Ciamis melakukan bakti sosial penanaman pohon di Objek Wisata Situwangi. Lokasi ini berada di Desa Winduraja Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, sekitar 200 meter dari jalan raya Ciamis Cirebon, ini merupakan objek wisata air yang potensial, namun keberadaannya masih belum dikenal oleh banyak orang. Di Situwangi masih kurang tanaman pohon di pinggirannya, maka untuk itu para Notaris/PPAT Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar melakukan penanaman. Ini merupakan kepedulian oraganisasi Notaris dan PPAT untuk lingkungan hidup. Menurut Julistiawati, SH, ketua Ikatan Notaris Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar, bakti sosial ini dilakukan karena ada rasa peduli terhadap lingkungan, apa lagi Ciamis ini merupakan Kabupaten Konservasi.
“Jadi tidak ada salahnya kita melakukan penanaman, agar alam kita lestari, jangan sampai gersang dan setidaknya mengurangi pemanasan global. Apalagi di objek wisata Situwangi ini, masih belum banyak pepohonannya, jadi penahan air danaunya masih kurang, kalau ada pohon rimbun kan jadi teduh, sejuk dan asri, iksigen juga melimpah” ujar Julistiawati
Ketua IPPAT Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar, Drs. Basri Jayasantana, SH, MKn, mengaku senang melakukan bakti sosial ini. Menurutnya bakti sosial seperti ini jarang dilakukan, setelah Kabupaten Bandung Barat memprakarsai penanaman di Nusa Lembongan Bali, baru disini ada lagi.
“saya berharap Kabupaten lain ada yang peduli juga terhadap lingkungan, alam kita ini sudah semakin rusak oleh tangan-tangan jahil, untuk itu yu kita peduli dan  berbakti terhadap ibu pertiwi, supaya alam kita kembali hijau dan sumringah” ujar Basri.
Kepala Desa Winduraja Endang Suryaman yang didampingi Sekmat Kecamatan Kawali menyatakan banyak terimakasih kepada Notaris/PPAT kabupaten Ciamis dan Kota Banjar yang sudah peduli terhadap lingkungan situwangi, karena ini bisa menjada pintu kebaikan bagi masyarakat dan objek wisata ini. “Pohon-pohon ini sangat perlu dan Notaris PPAT mau menanam langsung, ini sangat bagus dan kami haturkan terimakasih” katanya
Demikian juga Camat Kecamatan Kawali melalui Sekmat, Drs H. Heryanto,  mengucapkan terimakasih kepada Notaris PPAT yang sudah peduli lingkungan, demikian juga terhadap kepala Desa Winduraja, Masyarakat juga Saka Taruna Bumi karena sudah membantu terselenggaranya penanaman pohon.
“ini sangat baik, apalagi kan Ciamis menjadi Kabupaten Konservasi, jadi terimakasih Notaris PPAT yang sudah mau datang dan menanami pohon dilingkungan ini, semoga kedepan bukan hanya Notaris PPAT, organisasi lain juga peduli terhadap lingkungan” ungkapnya
Sambil menikmati nasi liwet dan bakar ikan,  usai penanaman, para Notaris dan Pramuka Saka Taruna Bumi dihibur oleh grup musik tradisi Karinding Nyengsol. Grup ini dari Yayasan Galuh Ethnik Einduraja, yayasan ini bergerak dibidang senibudaya daerah, sehingga sangat nyambung dengan suasana. **wsn





Share:

KUDA BAJIR HUJUNGTIWU

PREVIEW:

Share:

LOMBA RAP REMAJA GENRE

PREVIEW:

Share:

NANANG GODEG

Abah Nanang Godeg sang petualang, hidupnya santai tak berbeban, anak sudah menikah bahkan sudah bercucu. Abah Godeg adalah seorang pedagang minuman dan kelapa muda di Pesisir Pantai Pangandaran.
Nanang yang kelahiran Banjarsari, sudah menikah 7 kali, namun tidak menemukan kecocokan seperti isteri pertama yaitu Ipuy atau Cewoy yang seorang biduan.
Nanang adalah mantan suami dari sinden grup calung Ciung Wanara yang pada era tahun 80han cukup terkenal diseantero Ciamis Tasik Pangandaran. Dulu grup ini terkenal dengan Apay, Apoy dan Ipuy mereka pasangan sinden sekaligus lawakan atau bodoran dalam grup Calung.
Abah Nanang yang berjenggot panjang ini yakin bahwa jenggotnya sebagai ciri khas dari dirinya menjadi tambahan hoki buat kehidupanna. Nanang dalam memelihara jenggot ini sudah tujuh tahun, bahkan dulunya rambutpun gondrong.
Dalam petualangan cintanya yang mencapai tujuh kali, Nanang hanya memiliki cinta murni kepada Ipuy alias Cewoy saja. Yang lain tidak pernah ada kecocokan, bahkan ada wanita yang meminta jenggotnya untuk di kerok namun Nanang tentu saja tidak mau.
“kajeun bedo kawin batan kudu ngurud jenggotmah” (mending batal menikah daripada harus membuang jenggotnya).
Kini usia Nanang sudah 64 tahun, dirinya tak lagi mau berpetualang seperti dulu, kini justru mengaku hidupnya lebih bebas dan tak berbeban.
“ayeunamah santai, bebas, euweuh beban jeung teu kudu maraban pamajikan, ek balik kari balik, ek ngendong di basisir kari ngendong, lain teu diurus ku budak da boga budakmah di parapet, ngan hayang bebas wae” ungkapnya kepada ktv beberapa waktu lalu di seberang Hotel Menara Laut.
Abah Nanng Godeg mengaku sering di potret sama bule, sering diajak ngobrol sama bule walau kurang begitu fasih dalam berbahsa asing, namun dirinya seneng karena banyak yang motret sebagai kenang-kenangan. Wsn/ktv
 











Share:

Kawali TV

Blog archive

Recent Posts

BERITA