• Jalan Raya Kawali Dihotmik

    Klik Untuk Membaca Berita Selengkapnya

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

JALUR KERETA TERTIMPA POHON

Baru saja terjadi pohon tumbang menimpa jalur krl jalur bogor jakarta, sehingga prnumpang tertahan didalamnya. Kejadian ini sekitar pukul 17.30 wib, 31 januari 2015
Penumpang arah bogor mengalami keterlambartan hampir 2 jam
Pembelian tiket jam 17:12. Posisi stasiun gondang dia jam 18;45. Hal ini mengakibatkan penumpang tidak nyaman.**Twin Bot Jkt
Share:

HUJAN DERAS

Hujan deras disertai gledeg dor dar di wilayah tasik 31 Januari 2015, ciamis dan sebaguan garut, tasik macet, oleh kurangnya kesadaran pengemudi yang cuek. Motor berseliweran walau hujan begitu deras. Tasik banjir, drainasenya gak bener, jadi aja kota tasik banjir.Hati2 adanya sambaran petir. **Wsn
Share:

OBAT HERBAL ALAMI


KUMIS KUCING
Orthosiphon aristatus (B1) Miq.
(Mao Xu Cao)

FAMILIA       : Labiatae (Lamiaceae).
SINONIM      :
O. longiflorum Ham = O. grandiflorum et aristatum B1. = O. spiralis Merr. = O. stamineus Benth. = Clerodendranthus  spicatus (Thunb.) C. Y. Wu = Trichostemma spiralis Lour. = Orthosiphon grandiflorus Bold.

NAMA DAERAH :
Indonesia, Sumatra, Melayu, Sunda : Kumis kucing. Jawa : Remujung. Madura : sesalaseyan, soengot koceng (Madura).

URAIAN TANAMAN :
Terna, tumbuh tegak, pada bagian bawah berakar di bagian buku-bukunya, tinggi 1-2 m, batang segi empat agak beralur, berbulu pendek atau gundul. Daun tunggal, bundar telur lonjong, lanset atau belah ketupat, berbulu halus, pinggir bergerigi kasar tak teratur, kedua permukaan berbintik-bintik karena ada kelenjar minyak atsiri. Bunga berupa tandan yang keluar di ujung cabang, warna ungu pucat atau putih (ada yang warna biru dan putih), benang sari lebih panjang dari tabung bunga. Buah geluk warna coklat gelap. Tumbuh di dataran rendah dan daerah ketinggian sedang.

BAGIAN YANG DIPAKAI :
Seluruh tumbuhan, basah atau kering (dianginkan dahulu, lalu dijemur di panas matahari).

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Manis sedikit pahit, sejuk, anti inflammatory (anti radang), peluruh air seni (diuretic), menghancurkan batu saluran kencing.

KANDUNGAN KIMIA :
Orthosiphon glikosida, zat samak, minyak atsiri, minyak lemak, saponin, sapofonin, garam kalium, myoinositol.

KEGUNAAN :
1.    Infeksi ginjal (Acute dan chronic nephritis), infeksi kandung kemih (Cystitis).
2.    Sakit kencing batu.
3.    Encok (Gout arthritis).
4.    Peluruh air seni (Diuretic).
5.    Menghilangkan panas dan lembab.

PEMAKAIAN :
30-60 gr. (kering) atau 90-120 gr (basah) direbus, atau yang kering/basah diseduh sebagai teh.

CARA PEMAKAIAN :
Ø Nephritis, edema (bengkak):
-          O. aristatus (kumis kucing) 30 gr,
-          Planto asiatica (daun urat) 30 gr,
-          Hedyotis diffusa (rumput lidah ular) 30 gr, semuanya direbus.
Ø Infeksi saluran kencing, sering kencing sedikit-sedikit (anyang-anyangan):
-          O. aristatus, Phyllanthus urinaria (meniran), Commelia communis, masing-masing 30 gr., direbus.

SUMBER TULISAN :
Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia



 
Share:

CE OCAY TARI MOJANG CIAMIS

PREVIEW:

Share:

CE OCAY SRANGENGE NGULON

PREVIEW:

Share:

CE OCAY SEURI

PREVIEW:

Share:

KEMBANG UNTUK OBAT


KAKTUS PAKIS GIWANG
Euphorbia milii Ch.des Moulins
(Tie hai tang)
FAMILIA       : Euphorbiaceae.
SINONIM      : E. splendens Bojer.
URAIAN TANAMAN :
Tumbuh tegak, tinggi mencapai 1 m., pada umumnya sebagai tanaman hias di taman, mengandung getah. Batang warna coklat, berduri kasar. Daun tunggal bentuk bundar telur dengan ujung lebih bulat dari pangkal, pinggir rata, warna hijau. Bunga bertangkai, ada yang tunggal dan ada yang majemuk (Khas disebut siatium), warna bermacam-macam, ada yang oranye, kuning, dadu dan sebagainya.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS :
Terasa pahit, astringen, netral, sedikit beracun (toxic). Bunga menghentikan perdarahan (Hemostatik), batang dan daun sebagai anti pembengkakan (anti-swelling) dan anti radang (anti-inflammasi).

BAGIAN YANG DIPAKAI : Seluruh tanaman, pemakaian segar.
KEGUNAAN :
1.    Bunga         : Functional uterine bleeding (Perdarahan menstruasi yang fungsionil).
2.    Batang        : Hepatitis.
3.    Daun           : Bisul, radang kulit bernanah (Piodermi), tersiram air panas, luka bakar.

CARA PEMAKAIAN :
1.    Functional uterine bleeding : 10-15 bunga segar, ditambah daging, direbus sebagai soup.
2.    Bisul dan radang kulit bernanah : Daun segar dilumatkan, ditambah gula merah secukupnya, ditempelkan ke tempat yang sakit.
3.    Hepatitis : 9-15 gram batang segar, direbus, minum airnya.

PERHATIAN :
Bila timbul mencret (diarrhea) yang berlebihan setelah minum obat ini, minum rebusan Glycyrrhiza uralensis (Gancao) sebagai antidote.

NOTE : Glycyrrhiza uralensis = G. glabra L. = Kayu Manis (kayu legi).  sumber buku tanaman berkhasiat



Share:

BALE WATANGAN BATU ALI

Fenomena batu ali alias batu akik alias batu cincin kini merajalela mengalahkan segala isyu, padahal batu ali atau batu cincin sudah sejak jaman dahulu ada. Batu cincin ada yang bertuah ada yang hanya sekedar batu. Pada masa Raden Cakrabuana atau Walangsungsang putra Parabu Siliwangi dari Subang Rarang, memiliki jimat sebuah Cincin yang konon mampu memasukan manusia untuk berdiam didalamnya, bahkan samudera juga bisa ditarik kedalam batu cincin tersebut. Kini batu cincin/batu ali begitu kuat dan marak di seluruh bumi Nusantara, dari anak muda hingga orang tua. Pembicaraan mengenai batu cincin mengalahkan tugas-tugas yang sedang dilaksanakan, misalkan: Pegawai Republik Indonesia ini datang ke kantor, sampai dikantor teman sekantornya memiliki batu baru, maka pembicaraan langsung mengarah kesitu, hingga mereka lupa pekerjaan. Kemudian karyawan sewasta juga demikian, tukang parkir tak kalah seru membicarakan batu cincin. Ada juga para seniman, mereka makin asik berkesenian sambil melirik atau mengelus-elus batu cincin, apalagi para dukun, hahahaha.
Agus Susana, A.Sg, asal Garut, adalah pencinta batu ali, dirinya sejak tahun 80an sudah suka terhadap batu ali, jadi dia tidak perlu ikut sibuk seperti orang-orang  ramai suka batu ali, yang heran kenapa baru sekarang, sementara dari dulu dirinya biasa memberi batu kepada teman-temannya atau pelanggan tokonya. Apakah  Agus suka menjual batu-batu itu, Asgar mengatakan bahwa dirinya kadang menjual batu tersebut, tapi kadang juga hanya memberikan begitu saja untuk persahabatan.
"sayamah koleksi batu banyak, dari yang sudah jadi sampai batu yang baru dapat dari kali, maksudnya batu pondasi, hahahah, maksud saya, batu yang belum dibentuk juga punya, jadi memang sayamah kolektor batu" ucapnya sambil berkelakar
Dikalangan artis Indonesia, sudah sejak awal karirnya barangkali, batu cincin melekat di jarinya, siapa dia, ya Tesi alias Kabul, dia menggeluti dunia cincin sudah lama. Mungkin sudah tidak aneh bagi dia membicarakan batu cincin. Nah kini kita merenungi, akan ada apa di bumi Nusantara ini, kenapa manusia tiba-tiba gemar batu cincin/batu ali. Ada yang mengatakan bahwa, jika manusia sudah terlalu senang dengan sesuatu, biasanya ada dampak, baik positiv maupun negativ. Khusus batu cincin atau batu ali, Mbah Bejo (ngarang), mengatakan bahwa Batu Ali di Watangan, artinya banyak petinggi yang munggah bale watangan, maksudnya banyak petinggi yang masuk bui. Heheheh inimah cuma pembicaraan orang di kampung, di rakyat jelata, hanya karena melihat keadaan yang ada, mendengar cerita bahwa sekarang bukan hanya maling ayam atau maling kendaraan yang masuk bui, pejabat juga bisa masuk bui. Nah mungkin itu bale watangan. maaf ini hanya lelucon dan celotehan urang kampung.
Adalagi menurut Mbah Asgar tadi, fenomena seperti ini sudah ada, seperti jaman Orde Baru, pernah musim bonsai, yang terbuat dari akar pohon dibalik, jadi akar di atas sementara batangnya di bawah, maka jadilah  para pejabat pada terbalik, yang sedang duduk di kursi-kursi empuk, pada juntai jadi pesakitan, hiiii serem, maka timbbull revormasi....
Pada masa pemerintahan SBY, orang ramai-ramai suka burung, maka ulat pun menerjang rumah-rumah penduduk, masyarakat sibuk diserang ulat, belalang dan jangkrik, itu akibat burung dikandangi. Populasi burung rusak. Maka jaman itu  para pejabat pandai berkicau seperti burung, karena kicauannya itu, pejabat ketahuan korupsinya, pejabat tetangkap KPK.heheheh... iiihhhhh ceyeem... Kini demam batu ali, harapan Mbah Asgar, jangan sampai para pejabat memiliki sifat Gurat Batu, kemauannya sulit dikontrol dan keras seperti batu, padahal batu jika dipecahkan, ya belah berantakan, iiihhh amit-amiit jangan sampe ya, rakyat yang menderita, ini sudah ada tanda-tanda awal, KPK beda pendapat dengan Kepolisian, dan beberapa beda pendapat lainnya, yang masing-masing gurat batu. DPR tandingan, Gubernur tandingan... ya itulah fakta yang tampak. Masyarakat awam, rakyat kecil di kampung, dan orang-orang yang hanya memiliki kehidupan biasa-biasa saja melihat, mendengar dan merasakan keanehannya. **wsn




Share:

JAKARTA BANJIR

Setiap musim hujan, Jakara selalu banjir. Ini bukan karena siapa pemimpin Jakarata, tapi memang keadaan Jakrata yg sudah makin sedikit penyerapan airnya. Hampir semua areal Jakara dicor, diaspal dan penuh bangunan, sementara penampungan air hanya sedikit. Jadi siapapun Gubernurnya, tidak pengaruh. Kini langganan bajir diantaranya Kampung Pulo, Cempakaputih, Tanjung  Priok, Cipinang, dan beberapa lainnya. Sabar ya warga Jakarta, karena orang sabar di sayang tuhan. **Twin Bot
Share:

284 CPNS SIAP MENGABDI DI PANGANDARAN

Luapan rona kegembiraan tampak di wajah-wajah peserta CPNS yang berhasil lolos dalam tes yang dilaksanakan beberapa bulan yang lalu saat berkumpul di Gedung Islamic Center Parigi (20/01) memenuhi undanga Bagian Kepegawaian Kabupaten Pangandaran.
                        Acara yang dihadiri oleh Pj Bupati H. Endjang Naffandi, Sekretaris Daerah Mahmud, SH. MH, Asisten Daerah I, H. Tatang, Kabag Kepegawaian H. Yayat , seluruh CPNS dan Orang Tua CPNS.
                        Dari julmlah 9.983 peserta tes CPNS dengan kuota penerimaan 300 PNS untuk Kabupaten Pangandaran,  ahirnya melalui Surat Permenpan no. 17 tahun 2014 menetapkan sebanyak 284 orang dinyatakan berhasil lolos. Dengan ketentuan perolehan nilai untuk Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 70, Tes Intelegensi Umum (TIU) 75 dan Tes Kepribadian (TKP) 126. “Sementara 16 peserta dinyatakan tidak memenuhi pasinggrade atau tidak mencapai nilai yang telah ditentukan. “ Kata Ganjar, pegawai Badan Kepegawaian Kabupaten Pangandaran.
                        Dari 284 CPNS, 41 diantaranya berasal dari putra daerah. Tapi walau peserta dari Kabupaten Pangandaran hanya sekitar 15%, patut dibanggakan bahwa peserta dengan perolehan nilai tertinggi berhasil diraih oleh putra daerah atas nama Dini Herlina Wardhani asal Cibogo Kecamatan Padaherang dan ranking kedua oleh peserta asal Banjarnegara. Dengan perolehan nilai 407 Dini pun sekaligus menjadi peserta dengan menempati posisi kedua untuk tingkat nasional. “Ini sebuah kebahagian tersendiri untuk kami sekeluarga. “ Ujar Herno, Ayahanda Dini. Sementara untuk  rangking kedua diperoleh peseta asal Banjarnegara.
                        Penyelenggaraan tes CPNS untuk Kabupaten Pangandaran selain diikuti oleh peserta asal pangandaran  juga diikuti oleh peserta yang datang dari luar daerah bahkan ada yang datang dari Palembang dan nias.
                        Magdalena Hasibuan peserta yang lolos asal Nias meluapkan  kegembiraanya setelah mengetahui bahwa dirinya salah satu yang berhasil lolos . “Walau saya bukan putra daerah, tapi saya siap mengabdi untuk pangandaran. “ Kata Magdalena di tengah rekan-rekannya.(hiek)
Share:

OBJEK WISATA SITU SANGHYANG ALTERNATIF TUJUAN WISATA KELUARGA

Setiap Hari Libur pengunjung membludak.
Tanjungjaya.KTV.  Memotret potensi  pariwisata dan keragaman seni budaya yang tersebar hampir diseluruh pelosok daerah  dikabupaten Tasikmalaya, memang sudah selayaknya menjadi tujuan wisata utama di Jawa Barat. Secara bertahap Pemerinatah  Kabupaten Tasikmalaya terus berupaya melakukan penataan dan pengembangan disejumlah Obyek Wisata (OW) yang ada didaerah untuk lebih dioptimalkan sesuai dengan kemampuan anggaran Pemkab Tasikmalaya.
Salah satu Obyek Wisata yang kini dalam perencanaan pengembangan yakni  Situ Sanghyang. OW Situ Sanghyang  yang berjarak sekitar 27 Km dari pusat kota Tasikmalaya menjanjikan suguhan Panorama indah sebagai salah satu tujuan wisata keluarga.  Pengunjung bisa mengelilingi danau dengan menyewa Rakit ( Perahu dari bambu yang diikat) sekaligus melakukan perjalanan spiritual dengan menelusuri history  Situ Sanghyang  dan melihat keberadaan  situs makam keramat Eyang Prabu Linggawastu.  Bahkan pengunjung pun kembali dimanjakan dengan berbagai fasilitas yakni tempat pemancingan Ikan,  Gazebo dan area camping .
Bahkan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah menyediakan bangunan ruang publik  yakni  Bale untuk ruang Informasi pariwisata dan kebudayaandiantaranya yang  disebut Bale pinton, Bale lokananta dan lokananti juga disediakan bangunan Musola dan Wc.
Obyek Wisata (OW) Situ Sanghyang yang memiliki keindahan panorama alamnya dikatakan Pengelola OW Situ Sanghyang Ase Saefudin, kedepannya  akan menjadi tujuan wisata keluarga khususnya bagi para pengunjung yang ada di Tasikmalaya umumnya diluar Tasikmalaya. Guna menarik minat pengunjung melirik ke Situ Sanghyang ujarnya, diperlukan sarana lain untuk memanjakan pengunjung itu sendiri, misalnya penambahan fasilitas lainya yakni sarana wisata air bagi keluarga.
“ Banyak pengunjung yang datang  ke Situ Sanghyang terutama pada tiap hari libur. Jumlahnya pun teritung banyak sekitar lk 200 orang,” ujarnya beberapa waktu lalu dilokasi.
Selain perlunya penambahan fasilitas  dalam memanjakan keluarga ,sarana infrastrukur jalan menuju ke lokasi OW Situ Sanghyang  berlokasi  di Desa Cilolohan dan Desa Cibalanarik kecamatan Tanjungjaya, sekitar lk 1 km dari jalan utama masih perlu diperbaiki.
Ditempat terpisah, sekdes Cibalanarik Nandang menambahkan, disamping  dari segi penataan dan pengelolaannya, dirinya sependapat perlunya penambahan fasilitas berupa  sarana wisata air.
“ saat ini dalam memanjakan pengunjung ketersediaan sarana wisata air masih bersifat tradisonal,” ungkapnya sembari menjelaskan perlunya penambahan sarana penerangan disetiap titik lokasi dan penyediaan lahan parkir yang refresentatif.  ***( Rusdianto) 

Share:

NYANGKU 2015

PREVIEW:

Share:

NYANGKU 2015

Ritual Upacara Nyangku merupakan tradisi masyarakat Panjalu untuk menghormati leluhur Raja Panjalu bernama Borosngora yang biasa dilaksanakanan setiap bulan Maulud. Ribuan masyarakat Kecamatan Panjalu  dan sekitarnya, mengahadiri acara perayaan Ritual Upacara Adat Nyangku.
Inti pada kegiatan 
Ritual Nyangku tersebut, panitia mengatakan, adalah untuk membersihkan benda-benda pusaka yang dimiliki oleh kerajaan Panjalu.

Menurut Mumu (41) kuncen Nusa Situ Lengkong Panjalu, Budaya ini sudah ada sejak dulu. Tidak hanya masyarakat Panjalu yang mengikuti prosesi ini, melainkan juga warga datang dari luar daerah yang ikut melibatkan diri pada prosesi adat ini. Menurut pengakuan mereka, air dari sisa membasuh pusaka konon dapat digunakan untuk obat, bahkan bisa di pakai untuk syarat ritual tertentu.Namun kami beserta para tokoh ulama serta para tokoh panjalu, sudah sering mengingatkan kepada masyarakat yang datang dari luar kota maupun dari lingkungan Panjalu sendiri, agar jangan sampai prilaku itu menyimpang dari aqidah kita, yang nantinya bisa menjadi musyrik. Ujar kuncen setempat Mumu.
Mumu, para tokoh agama serta tokoh masyarakat berharap serta meminta kepada semua mayarakat, jangan sampai prosesi budaya dijadikan ajang yang dapat mengotori prosesi tadi. Apalagi sampai menyimpang dari aqidah, jadi marilah kita melestarikan budaya tanpa harus menyimpang dari aqidah ujarnya
Bagi warga Panjalu, nyangku sudah menjadi hari besar yang biasanya tidak dilewatkan begitu saja. Selain hari raya Iedul Fitri, acara nyangku pun menjadi momen tepat para perantau untuk pulang kampung. Tentu, masyarakat yang lebih luas pun segera merespon kegiatan ini. Ribuan masyarakat selalu membanjiri kota kecamatan Panjalu setiap kali digelar upacara tradisi nyangku.
Biasanya, seminggu menjelang digelarnya upacara nyangku, suasana Panjalu terasa semarak. Ratusan umbul-umbul berjejer rapih sepanjang jalan yang melintasi pusat kota. Demikian pula dengan Alun-alun Panjalu yang telah ditata untuk pelaksanaan Upacara Ritual Nyangku.
Kegiatan ini berlangsung setiap bulan Mulud, pada hari Senin atau Kamis di minggu terakhir. Nyangku merupakan syukuran warga Panjalu dalam memperingati pertama kalinya Prabu Boros Ngora syi’ar Islam di tanah Panjalu. Oleh karena itu, nyangku menjadi agenda penting yang telah turun-temurun melestarikan kegiatan yang telah menjadi citra budaya Ciamis di tingkat nasional
Bupati Kabupaten Ciamis Drs. Iing Syam Aripin, mengatakan dalam sambutannya bahwa, nyangku ini harus terus dilestarikan, karena ini sebuah pelestarian budaya Ki Sunda. Acara ini sudah sangat tepat di adakan di Situ Lengkong, karena selain lokainya bagus juga Situ Lengkong merupakan peninggalan masa lalu yang masih ada. Menurut Iing, banyak investor yang ingin membangun hotel di Panjalu, namun Pemerintah tidak mengijinkan, karena akan merusak citra budaya yang sudah ada. Panjalu dengan keaslian alamnya, dengan wisata religinya sudah menjadi ciri khas tersendiri di Kabupaten Ciamis. Iing berjanji akan terus mengembangkan potensi wisata dan potensi daerah Panjalu ini, agar mampu membantu kesejahteraan masyarakat Panjalu. Bupati megucapkan terima kasih kepada sesepuh dan semua masyarakat yang terus konsisten menyelenggarakan upacara adat nyangku ini.
Selanjutnya Drs, Iing Syam Aripin mengatakan bahwa Ciamis akan di jadikan daerah Konservasi, sehingga dalam beberapa tahun kedepan, Ciamis akan hijau. Demikian juga dengan Situ Panjalu, Iing menghimbau agar semua masyarakat gemar menanam pohon, supaya Situ Panjalu tetap menghasilkan air.
“Lingkungan Situ Panjalu harus hijau, harus ditanami, supaya Situ Panjalu terus menghasilkan air yang banyak,  karena kalau Situ Panjalau sudah tidak memberikan airnya lagi, apa yang akan kita persembahkan, tentunya akan memberikan objek wisata Situ Panjalu yang kering.” Ucapnya
**Wsn/Atus/Hend/Ktv










Share:

Kawali TV

Blog archive

Recent Posts

BERITA