• Jalan Raya Kawali Dihotmik

    Klik Untuk Membaca Berita Selengkapnya

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Saluran Irigasi tersumbat, Kodim Lotim Langsung Action

Lombok Timur - Hujan deras yang mengguyur wilayah Selong mengakibatkan saluran irigasi di Kelurahan Pancor Kecamatan Selong lombok timur tersumbat karena sampah. Melihat kondisi tersebut, Pasiops Kodim 1615/Lotim Kapten Inf Zulkarnen bersama Danramil 1615-01/Selong Kapten Inf Anowar bergerak ceat bersama anggota Kodim dan Koramil menuju lokasi.

Usai membersihkan sampah, Danramil Selong menyampaikan saluran irigasi ini tersumbat akibat sampah yang memenuhi saluran sehingga airnya naik membanjiri jalan raya.

Naiknya air irigasi tidak hanya disebabkan sampah, lanjut Kapten Anowar, namun juga ada beberapa batang pohon pisang yang dibuang ke sungai sehingga menghalangi sampah bergerak dibawa arus dan akhirnya sampah menumpuk bersama batang pohon pisang tersebut.

"Alhamdulillah sekarang airnya sudah bisa mengalir dengan deras seperti semula," ucapnya.

Terpisah Dandim 1615/Lotim Letnan Kolonel Inf Agus Setiandar, S.IP., disela-sela kesibukannya memberikan apresiasi kepada anggota jajarannya dalam penanganan saluran tersebut. "Terimakasih atas gerak cepat anggota menyelesaikan masalah yang ada khususnya menyangkut kepentingan bersama seperti saluran irigasi ini," kata Letkol Agus.

Menurutnya, budaya membuang sampah sembarangan ini harus menjadi perhatian bersama mengingat sekarang sudah musim hujan, apalagi di aliran sungai sangat rentan terjadi banjir karena tersumbat dan sebagainya.

"Musim hujan seperti ini, lingkungan harus tetap bersih agar bibit nyamuk tidak bisa berkembang biak, tentunya dengan menjaga kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat," ujarnya.

Agus berharap agar kedepan bersama-sama memperhatikan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Pembersihan saluran irigasi termasuk juga diikuti  Kasi Kebersihan DLHK Kabupaten Lotim Bapak Alam beserta anggota.

Share:

Testing Canon 80D dan drone kawalitv.com

Share:

Presiden RI serahkan 4000 Sertipikan Tanah, Menteri ATR/BPNdiminta percepat proses sertipikasi

Bogor - Sebanyak 4.000 sertipikat tanah diserahkan oleh Presiden RI, Joko Widodo kepada masyarakat di Lapangan Bojong Kiharib Watesjaya, Bogor, Rabu (26/12). Pada kesempatan tersebut, Presiden menyerahkan langsung kepada 12 orang perwakilan masyarakat.
Dalam sambutannya, Presiden mengungkapkan bahwa ia banyak menerima keluhan masyarakat terkait sengketa pertanahan. Alasannya banyak masyarakat yang tidak memegang sertipikat tanah. 
"Untuk itu, saya sudah meminta kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar mempercepat penyertipikatan tanah," ujar Presiden.
Sebelumnya, Kementerian ATR/BPN hanya menerbitkan 500.000 sertipikat tanah dalam setahun. "Namun, tahun lalu kita berhasil menerbitkan 5 juta sertipikat tanah dan untuk tahun ini saya sudah perintahkan agar mengeluarkan 7 juta sertipikat tanah serta tahun depan targetnya 9 juta sertipikat tanah," kata Presiden.
"Untuk Jawa Barat, saya minta tahun 2024 semua tanahnya sudah bersertipikat," lanjut Presiden.
Lebih lanjut, Presiden berpesan agar masyarakat yang menerima sertipikat tanah dapat menjaga dengan baik sertipikatnya. "Hendaknya diberi plastik, agar jika rumahnya bocor, (sertipikat) tidak rusak. Selain itu, digandakan karena jika hilang dapat diurus kembali ke Kantor Pertanahan," imbau Presiden.
Presiden juga berpesan agar berhati-hati jika ingin meminjam uang ke bank, dengan menjaminkan sertipikat tanah. "Jika tidak yakin jangan pinjam ke bank," kata Presiden
Share:

Jelajah Nusantara

Share:

Pembukaan Exhibition Karang Taruna 2018 Ciamis

Share:

Tari Penyambutan

Share:

Sekar Purnama

Share:

Ali Shahab Tutup Usia

_Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun._ Telah berpulang ke rahmatullah, abang, guru kami, *H. ALI SHAHAB*, hari ini Selasa 25 Desember 2018, pukul 15.00 WIB. Kabar duka ini kami terima dari Saudari Yessi, staf rumah produksi yang didirikan almarhum.

Bang *H. ALI SHAHAB*, lahir di Jakarta, 22 September 1941. Beliau adalah seniman dan budayawan Betawi, wartawan dan sutradara senior Indonesia. Karyanya yang terkenal adalah sinetron Rumah Masa Depan yang ditayangkan di TVRI pada era 1980-an. Selain itu, ia juga menulis beberapa novel remaja bernuansa Islami.

Mari kita doakan agar almarhum mendapat tempat mulia disisi Allah, _khusnul khotimah; surga _jannatunnaiim_ serta kelurga yang ditinggal diberi kesabaran dan keikhlasan. _Amiin ya robbal alamiin._

Hingga informasi ini saya tulis, belum ada kabar lebih lanjut.

Share:

Peringati HJK, Kodim Sumbawa Barat Gelar Funbike Adventure dan Senam Poco-poco

Sumbawa Barat - Kodim 1628/Sumbawa Barat menggelar Funbike Adventure dan senam poco-poco di halaman Kodim Sumbawa Barat yang diikuti anggota Kodim, Polres Sumbawa Barat, Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan masyarakat yang di sponsori HP Oppo wilayah KSB, Minggu (23/12).

Usai senam poco-poco, acara dilanjutkan dengan funbike adventure dengan start finish Kodim 1628/Sumbawa Barat. Pada kesempatan tersebut, Dandim 1628/Sumbawa Barat Letkol Czi Eddy Oswaronto, ST., menyampaikan kegiatan ini merupakan rangkaian memperingati Hari Juang Kartika ke 73 tahun 2018. "Selain kegiatan ini, masih banyak lagi kegiatan yang sudah dilaksanakan seperti penanaman pohon, bakti sosial dan operasi katarak di RSUD As Syifa'," jelas Dandim.

Selain itu, Perwira lulusan Sepa PK 99 tersebut juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh komponen masyarakat KSB maupun pendukung yang telah meberikan bantuan dan dukungan mensukseskan rangkaian acara Hari Juang Kartika ke 73 Kodam IX/Udayana yang dipusatkan di KSB sebelumnya maupun kegiatan hari ini.

Dandim berharap komunikasi yang telah terjalin dengan baik dan harmonis ini tetap terbina dan terus ditingkatkan sehingga setiap permasalahan yang ada dapat diselesaikan dengan baik sesuai harapan kita bersama.

Acara Funbike Adventur dan senam poco-poco tersebut dihadiri Sekda Sumbawa Barat H. Abdul Azis, SH. MH., Kapolres KSB AKBP Mustafa, S.IK., dan jajaran, Kasdim 1628/SB Mayor Inf I Gd Nengah Ardika, Asisten I KSB Drs. Mukhlis, M.Si., H. Makruf, dari Perum, para Perwira Bintara dan tamtama Kodim 1628/KSB beserta komponen masyarakat KSB.

Share:

Dandim Lotim Turun Cek Kesiapan Pos Pam Terpadu Natal dan Tahun Baru

Dalam rangka perayaan Natal dan pergantian Tahun Baru 2019, satuan TNI Polri bersama instansi terkait bersinergi mendirikan pos-pos pengamanan dibeberapa lokasi rawan dan keramaian termasuk tempat-tempat ibadah perayaan Natal dan Tahun Baru 2019.

Untuk memastikan hal tersebut, Dandim 1615/Lotim Letkol Inf Agus Setiandar, S.IP., turun langsung ke lapangan mengecek kesiapan pos maupun personel pengamanan dimasing-masing lokasi, Minggu (23/12).

Adapun tempat-tempat yang dikunjungi Dandim Lotim antara lain Gereja Kasih Setia Desa Transad Kecamatan Sambelia, Pos Pam Terpadu Pelabuhan Kayangan Desa Labuhan Lombok Kecamatan Pringgabaya, Gereja St. Micael Kompi Ban Yonif 742/SWY, Gereja Bait Allah Asrama Polres Lotim, Pos Pam Terpadu Simpang Empat BRI Selong dan Pospam Masbagik.

Pada saat kunjungan ke pos-pos pengamanan, Dandim menyampaikan kepada petugas agar tetap waspada dan laporkan apabila ada hal-hal yang bersifat menonjol. "Jika ada permasalahan yang bersifat menonjol atau mencurigakan agar segera ditangani dengan baik, bila membutuhkan dukungan personel segera laporkan pada kesempatan pertama," sebut Letkol Agus.

Selain itu, orang nomor satu di jajaran Kodim Lotim tersebut mengucapkan terimakasih atas dukungan semua pihak yang telah membantu pelaksanaan pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2019.

"Kita semua berharap pada pelaksanaan perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 ini berjalan aman, damai dan lancar, hal ini akan mendukung masyarakat NTB untuk bangkit kembali pasca musibah gempa beberapa bulan lalu," ungkapnya.

Akmil lulusan 99 tersebut mengingatkan kepada seluruh personel pengamanan agar tetap semangat dan loyalitas terhadap tugas dikedepankan. "Laksanakan tugas dengan penuh semangat, tulus dan ikhlas untuk kemaslahatan bersama," pungkasnya.

Hal yang sama juga dilaksanakan di Pelabuhan Lembar Lombok Barat, Kapolsek KP3 Lembar Ipda Ivan melaksanakan pengecekan kesiapan personel dan pos terpadu angkutan laut untuk Natal dan Tahun Baru 2019 yang terdiri dari anggota Koramil 1606-04/Gerung dan KP3 Lembar.

Share:

Amankan Perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Korem Siaga Satu

Mataram - Dalam rangka menyambut pelaksanaan perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Korem 162/WB menggelar Apel Siaga yang dipimpin Pasi Korem 162/WB Mayor Inf Mustawan di lapangan Korem 162/WB jalan Lingkar Selatan Nomor 162 Mataram, Sabtu (22/12).

Apel siaga yang diikuti seluruh Personel Korem 162/WB, Kodim 1606/Lobar, Yonif 742/SWY dan Satdisjan jajaran Korem tersebut dilaksanakan usai menggelar Upacara Peringatan Hari Ibu ke 90 tahun 2018 di lapangan Yonif 742/SWY Gebang Mataram.

Dalam pengarahannya, Pasiops Korem 162/WB menyampaikan minggu depan, saudara-saudara kita umat Nasrani akan melaksanakan perayaan Natal tanggal 25 Desember dan menyambut pergantian malam tahun baru 2019. "Untuk memberikan rasa aman dan nyaman dalam pelaksanaan peribadatannya, maka mulai hari ini hingga tanggal 1 Januari 2019 kita melaksanakan siaga," ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, lanjut Mayor Mustawan, siaga tidak hanya berdiam diri di Markas, namun personel yang ada agar ditempatkan pada tempat-tempat yang akan digunakan untuk ibadah maupun perayaan Natal dan tempat-tempat yag menjadi pusat keramaian baik di pusat Kota maupun tempat hiburan.

"Laksanakan juga patroli keliling bersama Kepolisian maupun instansi terkait untuk memperkecil kemungkinan-kemungkinan yang tidak diharapkan sehingga pelaksanaan perayaan Natal dan tahun baru berjalan aman, damai dan lancar," ujar Pamen Melati satu tersebut.

Selain itu, Pasiops juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk berperan aktif membantu keamanan dan ketertiban. "Kepada seluruh masyarakat NTB agar ikut berperan aktif membantu pemerintah untuk menjaga keamanan dan ketertiban wilayah khususnya di lingkungan masing-masing dengan harapan jika ada hal-hal yang mencurigakan atau yang dapat menimbulkan permasalahan agar segera dikomunikasikan dengan Babinsa atau Babinkamtibmas yang ada di desa atau lapor langsung ke Koramil atau Polsek terdekat," harapnya.

"Semoga pelaksanaan Natal dan pergantian malam tahun baru 2019 di NTB berjalan aman, damai dan lancar sehingga wilayah NTB tetap aman dan kondusif menuju tercapainya NTB yang gemilang," pungkasnya. 

Usai memberikan pengarahan, Pasiops Korem 162/WB Mayor Inf Mustawan kemudian membagi seluruh personel sesuai dengan jumlah tempat ibadah yang akan digunakan maupun tempat-tempat keramaikan selama pelaksanaan Natal dan Tahun Baru termasuk unsur tinggal di satuan sebagai cadangan.

Sementara Kapenrem 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos., menegaskan apel pengamanan Natal dan tahun baru 2019 ini dilaksanakan diseluruh Kodim jajaran Korem 162/WB. "Apel siaga pengamanan ini, seluruh Kodim-Kodim jajaran Korem 162/WB juga melaksanakan dan dalam pelaksanaannya tetap berkoordinasi dengan Polres setempat," kata Dahlan.

Ditambahkannya, sinergitas TNI Polri dalam pelaksanaan pengamanan Natal dan Tahun Baru sangat dibutuhkan dengan harapan Natal dan Tahun baru dapat berjalan sesuai harapan kita bersama.

Share:

TNI Hadir Untuk Melindungi Rakyat Bukan Untuk Membunuh

Jayapura, 20 Desember 2018
Menyikapi Seruan Gubernur Papua Lukas Enembe (LE) dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Yunus Wonda  (YW) serta para pimpinan Fraksi DPR Prvinsi Papua pada hari  Kamis (20/12/2018), kepada Presiden RI, Panglima TNI dan Kapolri agar menarik seluruh aparat TNI-Polri yang sedang melaksanakan tugas pengamanan di Kabupaten Nduga pasca terjadinya tindakan pembantaian secara keji terhadap puluhan orang Pahlawan Pembangunan Papua di Puncak Kabo Distrik Yigi Kab. Nduga pada tanggal 1-2 Desember lalu.

Kapendam XVII/Cenderawai Kolonel Inf Muhammad Aidi saat dihubungi awak media memberikan tanggapan. Saya sudah baca seruan tersebut yang diberitakan oleh beberapa media, ujar Aidi. Seruan tersebut menunjukkan bahwa Gubernur dan Ketua DRP serta pihak-pihak tidak memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi)nya sebaga pemimpin, pejabat dan wakil rakyat. Bahwa seorang Gubernur adalah wakil dan perpanjangan tangan pemerintah pusat dan Negara Republik Indonesia (RI) di daerah. Gubernur berkewajiban menjamin segala program Nasional harus sukses dan berjalan dengan lancar di wilayahnya. Bukan sebaliknya malah Gubernur bersikap menentang kebijakan Nasional.

Kehadiran TNI-Polri di Nduga termasuk di daerah lain di seluruh wilayah NKRI adalah untuk mengemban tugas Negara  guna melindungi segenap Rakyat dan seluruh tumpah dara Indonesia kok Gubernur dan ketua DPR malah melarang kami bertugas, sedangkan para gerombolan separatis yang nyata-nyata telah melakukan pelanggaran hukum dengan membantai rakyat, mengangkat senjata untuk melawan kedaulatan Negara malah didukung dan dilindungi.

Sampai sekarang masih ada empat orang korban pembantaian oleh KKSB yang belum diketahui nasibnya dan entah dimana rimbahnya. Bapak Gubernur, Ketua DPR, Para Ketua Fraksi-Fraksi DPR, Pemerhati HAM dan seluruh pihak-pihak yang berkepentingan, Apakah Saudara-Saudari semua dapat memahami bagaimana perasaan duka keluarga korban yang setiap saat menanyakan kepada TNI-Polri tentang nasib keluarganya yang masih hilang? Apalagi kalau mereka mendengar bahwa TNI-Polri telah menghentikan pencarian karena perintah Gubernur dan DPR? Dimana hati nurani Saudara-Saudari sebagai manusia sama-sama ciptaan Tuhan apalagi sebagai pemimpin? Bagaimana kalau hal tersebut terjadi pada Anda?

Sebagaimana yang tertuang dalam UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH, Pasal 67.  Kewajiban kepala daerah dan wakil kepala daerah meliputi: khususnya poin; a. memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta mempertahankan dan
memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan poin
f. melaksanakan program strategis nasional.

Dengan demikian bila Gubernur LE bersikap mendukung perjuangan Separatis Papua Merdeka dan menolak kebijakan program strategis Nasional maka LE telah melanggar UU Negara dan patut dituntut sesuai dengan hukum.

Gubernur adalah ketua Forkopinda di daerah dimana anggotanya meliputi Pangdam, Kapolda Ketua Pengadilan dan Kepala Kejaksaan. Dengan posisinya LE seharusnya melaksanakan rapat Forkopinda untuk bersama-sama membahas tentang upaya menumpas gerakan separatis diwilayahnya. Bukan membuat satatemen yang seakan-akan mejadi juru bicara gerombolan separatis dan menyudutkan peranan TNI-Polri dalam penegakan hukum.

Kodam XVII/Cenderawasi tidak akan menarik pasukan dari Kab. Nduga. Selaku prajurit di lapangan hari Raya bukanlah alasan untuk ditarik dari penugasan, karena kami yakin Tuhanpun juga Maha Tahu akan kondisi itu. Sebagian besar Prajurit kami juga ummat Kristiani. Pangdam dan Kapolda juga hambah Tuhan. Kami Parjurit sudah terbiasa merayakan hari Raya di daerah penugasan, di gunung, di hutan, di tengah laut atau dimanapun kami ditugaskan. Dan tidak ada masalah dengan perayaan Natal di Mbua dan Yigi Kompleks, Rakyat dan aparat keamanan khususnya ummat Kristiani akan melaksanakan ibadah secara bersama-sama. Tanggal 6 Desember yang lalu di Mbua dilaksanakan ibadah bersama antara Rakyat dan TNI di Gerja Mbua dipimpin oleh Pendeta Nataniel Tabuni (Koordinator Gereja se Kab. Nduga) dihadiri oleh Danrem 172/PWY Kolonel J. Binsar. P. Sianipar.

Saya ingin menegaskan bahwa terjadinya tindakan kekerasan yang memakan korban dan mengakibatkan trauma terhadap rakyat di Nduga termasuk di daerah manapun di seluruh Indonesia bukan disebabkan karena hadirnya aparat keamanan TNI-Polri di daerah tersebut. Tetapi kekerasan itu terjadi karena adanya pelanggaran hukum, karena adanya gerombolan separatis yang mempersenjatai diri secara illegal, melakukan pembantaian secara keji terhadap rakyat sipil yang tidak berdosa. Ingat, mempersenjatai diri sendiri cara illegal itu sudah merupakan pelanggaran hukum berat yang tidak pernah dibenarkan dari sudut pandang hukum manapun di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia. Tapi kalau aparat keamanan yang diminta untuk meletakkan senjata, itu adalah kesalahan terbesar.

Jadi menurut Saya Gubernur dan Ketua DPR serta pihak manapun tidak sepantasnya meminta aparat keamanan TNI-Polri ditarik dari Nduga dimana didaerah tersebut telah terjadi pelanggaran hukum berat yang harus mendapatkan penindakan hukum. Justru apabila TNI-Polri tidak hadir padahal nyata-nyata di tempat tersebut telah terjadi pelanggaran hukum berat maka patut di sebut TNI-Polri atau Negara telah melakukan tindakan pembiaran.

Seharusnya bila Gubernur dan Ketua DPR sebagai seorang pemimpin dan wakil rakyat yang bijak, beliau tidak harus meminta aparat keamanan TNI-Polri yang ditarik, tetapi para pelaku pembantaian itulah yang harus didesak untuk menyerahkan diri beserta senjatanya kepada pihak yang berwajib guna menjalani proses hukum untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Bukankah gerombolan Separatis pimpinan Egianus Kogoya telah menyatakan bahwa merekalah yang bertanggung jawab telah melakukan pembantaian terhadap puluhan karyawan  PT. Isataka Karya? Kalau mereka memang bertanggung jawab harusnya jangan menjadi pengecut dan bersembunyi kemudian kemana-mana berkoar-koar seolah-olah mereka yang teraniaya sedangkan aparat keamanan dituduh sebagai penjahat kemanusiaan.

Kami TNI-Polri bukan datang untuk menakut-nakuti Rakyat apalagi membunuh Rakyat. Yang kami cari adalah mereka para pelaku pembantaian. Rakyat dan aparat TNI-Polri bisa merayakan natal bersama di daerah tersebut. Rakyat tidak perlu merasa terganggu atas kehadiran TNI-Polri di Mbua dan Yigi Kompleks. Yang merasa terganggu adalah mereka para pelaku kejahatan yang berlumuran dosa telah membatai warga sipil yang tidak berdaya.

Kepada para kelompok-kelompok berkepentingan, para pejabat birokrat, wakil rakyat, akademisi, tokoh agama, aktifis, pemerhati HAM dan lain-lain yang selalu berkomentar miring menyudutkan aparat TNI-Polri, seakan-akan tidak ada sesuatupun yang benar yang dilakukan oleh TNI-Polri, instrofeksilah diri Saudara, berhentilah mengatas namakan rakyat, seolah-olah Saudara adalah dewa pelindung dan penyelamat rakyat, karena belum tentu juga seberapa besar peranan Saudara untuk memihak kepada kepentingan Rakyat. Ketika rakyat sipil atau anggota TNI-Polri yang jadi korban oleh kebiadaban para KKSB, Saudara semua diam, bungkam seribu bahasa. Tetapi manakalah yang menjadi korban adalah pihak KKSB Saudara-saudara langsung bereaksi bagaikan cacing kepanasan. Ini semua indikator apa????

Saat Asmat dilanda musibah KLB campak dan gizi buruk, TNI adalah institusi pertama yang terjun langsung ke Asmat dengan mengerahkan segala sumber dayanya dipimpin langsung oleh Pangdam XVII/Cend dan Panglima TNI, tapi kami tidak pernah tahu bantuan apa yang telah diberikan oleh pemerintah Provinsi dan wakil rakyat terhadap warga Asmat, bahkan mungkin satu kalioun Pemerintah Provinsi dalam hal ini Gubernur LE tidak pernah menengok warganya yang menderita di Asmat.

Saat bencana Embun Beku melanda di Distrik Kuyawage Lannyjaya pada bulan Juli 2015, yang mengakibatkan ratusan masyarakat Kuyawage eksodus mengungsi ke Tiom, maka Dandim Jayawijaya dan Kapolres Lannyjaya beserta jajaranya yang paling pertama mendirikan tenda-tenda pengungsian, membangun dapur umum, menjemput para pengungsi sampai kepucuk-pucuk gunung, kondisi seperti itupun kami masih diganggu dengan tembakan oleh kelompok Separatis pimpinan Enden Wanimbo. Tapi kami tidak pernah mendengar bantuan apa yang diberikan Pemda Provinsi dan wakil Rakyat terhadap warga Kuyawage.

Saat Mbua dilanda penyakit dimana puluhan Bayi dilaporkan meninggal pada bulan Oktober-November  2015, Kodim 1702/Jayawijaya adalah institusi pertama yang mengirim bahan makanan, lauk pauk, pakaian, selimut dan lain-lain ke Mbuah dan saat itu disambut oleh Pendeta Natalies Tabuni koordinator gereja se Kab. Nduga. Tapi kamipun tidak pernah mendengar bantuan apa yang telah diberikan oleh Pemda Provinsi dan Wakil Rakayat maupun Pemda Kabupaten Nduga terhadap rakyatnya di Mbua.

Termasuk persoalan kemanusiaan lainnya yang melanda Papua selama ini, apakah itu wabah penyakit, bencana longsor, gempa bumi, banjir, kebakaran hutan, konflik sosial dan lain-lain, TNI selalu hadir sebagai garda terdepan untuk meringankan beban warga yang menderita.

Kami TNI-Polri tidak butuh dipuji dan disanjung terhadap apa yang telah kami lakukan untuk rakyat, karena memang itulah tugas dan kewajiban kami untuk melindungi segenap rakyat dan seluruh tumpah dara kami.

Betul, kami dilatih, dididik dan disiapkan untuk membunuh dan terbunuh, tapi kami para prajurit adalah orang-orang yang paling menghargai kehidupan, karena kami siap mempertaruhkan kehidupan kami sendiri untuk menjamin kehidupan rakyat kami dan kehidupan yang lebih besar.

Selaku Prajurit TNI dan Pribadi Saya sangat hormat dan bangga kepada
Walikota Jayapura, DR. Drs. Benhur Tommy Mano, M.M atas peryataan sikapnya yang tetap setia kepada NKRI dan menentang sistem yang tidak demokratis berlangsung di tanah Papua ini, yaitu sistem Noken. Bapak walikota telah mempresentasikan dirinya sebagai Negarawan sejati yang menempatkan kepentingan Bangsa dan Negara diatas kepentingan golongan, kelompok apalagi kepentingan Pribadi. Bapak walikota Jayapura peatut menjadi contoh dan panutan bagi setiap Kepala Daerah, setiap pemimpin termasuk setiap tokoh Bangsa di seluruh Wilayah NKRI.

Otentikasi: Kapendam XVII/Cenderawasi
Kolonel Inf Muhammad Aidi.

Share:

" Jelang pelaksanaan KKN Mahasiswa Unram, Kasrem 162/WB berikan Wasbang "

Kepala Staf Korem 162/Wira Bhakti, Letkol Inf Endarwan Yansori berikan kuliah umum tentang Wawasan Kebangsaan kepada para Mahasiswa pada kegiatan Pembekalan  KKN Pemberdayaan Bidang Kebencanaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat di Gedung Auditorium Universitas Mataram (Jum'at,  21/10/2018)

Kegiatan pembekalan tentang Wawasan Kebangsaan tersebut diikuti oleh 2.750 orang Mahasiswa Universitas Mataram, yang akan melaksanakan KKN mulai pada pertengahan Januari tahun 2019 yang akan datang.  Mereka akan disebar diseluruh wilayah Pulau Lombok, khususnya di daerah daerah yang tekena dampak Bencana Alam Gempa Bumi beberapa bulan yang lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Kasrem 162/Wira Bhakti mengajak para Mahasiswa agar memiliki rasa kebangsaan, memahami tentang kebangsaan dan memiliki semangat kebangsaan. Karena yang memiliki kewajiban untuk menjaga kedaulatan negara, menjaga keutuhan wilayah NKRI serta menjaga keselamatan bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia bukan hanya TNI, tetapi seluruh warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.

Negara kita yang besar dan beraneka ragam, negara kita yang kaya akan segala sumber daya alam, harus kita jaga dan kita pelihara bersama sama, tegas Yansori.

Lebih lanjut, mantan Dandim 1604/Kupang tersebut juga menghimbau kepada seluruh Mahasiswa agar memegang teguh Ideologi Pancasila sebagai Ideologi pemersatu bangsa, Mengamalkan UUD 1945 secara murni dan konsekuen, Mengimplementasikan Bhinneka Tungga Ika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta ikut serta dengan segala daya dan upaya untuk menjaga dan mempertahankan NKRI walaupun melalui profesi yang berbeda beda.

Mengakhiri ceramah Yansori berpesan, agar para Mahasiswa tampil terdepan sebagai agen perubahan demi kemajuan bangsa dan negara karena nantinya akan berperan penting dalam sejarah Bangsa Indonesia saat memegang tongkat estapet kepemimpinan dan pengelolaan negara dimasa yang akan datang.

Para Mahasiswa sebagai generasi penerus harus memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas, memiliki kepribadian yang baik, cinta dan setia kepada bangsa dan negaranya serta memiliki karakter yang kuat dalam menjaga nilai nilai budaya bangsa Indonesia.

Share:

Danrem 162/WB : "Sinergitas TNI Polri Dalam Operasi Lilin, Amankan Natal dan Tahun Baru"

Pagi tadi Polda NTB menggelar acara pemusnahan barang bukti senjata rakitan, Narkoba dan Miras dalam rangka cipta kondisi menjelang Natal dan Tahun Baru 2019 dilapangan Polda NTB, Jumat (21/12).
Acara pemusnahan barang bukti tersebut dipimpin Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Achmad Juri, M.H., didampingi Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., kesempatan tersebut juga dihadiri Pemda NTB, Wakapolda NTB, Kejati NTB, Danlanud Rembiga, Lanal Mataram, Binda NTB, GM Angkasa Pura, GM PLN, anggota TNI, Polri, Pam Swakarsa dan unsur terkait.

Kapolri Jenderal Pol Prof. Tito Karnavian dalam sambutannya yang dibacakan Kapolda menyampaikan situasi menjelang natal dan tahun baru merupakan moment yang dimanfaatkan oleh masyarakat dan berkumpul bersama keluarga karena diringi dengan penetapan libur nasional yang akan memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat.
Kaitan dengan itu lanjutnya, seluruh Pemangku kepentingan perlu melakukan konsolidasi untuk mengecek kesiapan pengamanan dan menyamakan persepsi agar pengamanan dapat berjalan aman dan lancar. 

"Polri bersama jajaran TNI dan stakeholders terkait menggelar operasi Kepolisian terpusat dengan sandi "Lilin 2018" selama 10 kedepan mulai 23 Desember hingga 1 Januari 2019, kecuali 13 Polda dilaksanakan selama 12 hari mulai 21 Desember," jelasnya.
Terpisah Danrem 162/WB disela-disela pemusnahan barang bukti menyampaikan operasi Lilin 2018 yang digelar serentak diseluruh Indonesia ini melibatkan TNI, khusus di wilayah NTB kami akan berkoordinasi dengan Polda dan para stakeholder untuk mendirikan pos-pos pengamanan yang terintegritas sehingga pengamanan perayaan natal dan pergantian tahun baru bisa berjalan aman, damai dan lancar. 
 
Selain itu, orang nomor satu di jajaran Korem tersebut memberikan instruksi kepada para Dandim di wilayah untuk terus berkoordinasi dengan Polres demi kelancaran tugas pengamanan rangkaian Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.
"Untuk memastikan keamanan pelaksanaan Natal dan Tahun baru, akan dilaksanakan patroli bersama seperti tahun-tahun sebelumnya," sebut Pria lulusan Akmil 93 tersebut.
Danrem menghimbau kepada seluruh masyarakat NTB agar bersama-sama ikut berpartisipasi menjaga keamanan dan ketertiban khususnya di lingkungan masing-masing sehingga NTB tetap aman dan kondusif menuju NTB yang Gemilang.**Twinbot
Share:

Cegah Penyalagunaan Narkoba Dilingkungan Prajurit, Korem 162/WB Gelar Penyuluhan

Mataram - Bahaya Narkoba sudah menjadi ancaman nyata bagi diri, keluarga bahkan bangsa dan negara. mengantisipasi hal tersebut, Korem 162/WB menggelar penyuluhan Narkoba kepada seluruh anggota dan jajaran Korem 162/WB se Garnizun Mataram di Aula Sudirman Korem 162/WB, Kamis (20/12).
Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani,S,Sos.,SH., M, Han., dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Staf korem Letnan Kolonel Inf Endarwan Yansori menyampaikan  Narkoba sudah sangat mengkhawatirkan dan meresahkan kehidupan masyarakat, Narkoba merupakan ancaman nyata bagi negeri ini. "Pengaruh Narkoba menjadi masalah yang sangat besar bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara, ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah kasus kriminal," kata Danrem.

Selain itu lanjutnya, dampak Narkotika bagi para pengguna itu sendiri yakni merusak mental dan kesehatan bahkan menyebabkan kematian. 
Menurutnya, peredaran Narkoba saat ini tidak hanya menyasar orang atau golongan tertentu saja, namun juga sudah menyasar para pelajar, mahasiswa, aparat pemerintahan sampai kepada aparat TNI, Polri, dan yang lebih miris lagi peredaran Narkoba mulai menjadikan anak-anak sebagai sasaran hingga ke pelosok-pelosok desa. 

Danrem juga mengingatkan peredaran Narkoba juga dilakukan menggunakan teknologi komunikasi. "Perlu diketahui, pesatnya kemajuan  tekhnologi komunikasi dan informasi serta semakin maraknya pemberitaan tentang tindak kejahatan teroris dan peredaran Narkoba maka muncul kelompok yang menamakan dirinya Cyber Narcoterrorism yaitu kelompok yang menggunakan dunia maya dengan berbagai macam aplikasi seperti youtube, twiteer, facebook, instragram dan lain sebagainya," paparnya. 
 
Danrem berharap setelah menerima penyuluhan, tidak ada lagi anggota dan keluarganya yang ingin coba-coba menggunakan Narkoba, dan sampaikan kepada masyarakat mengenai bahaya Narkoba sehingga bisa mengurangi ruang dan gerak peredaran Narkoba khususnya di lingkungan TNI AD.
Acara penyuluhan Narkoba yang disampaikan dr. Agnes Ragil dari Denkesyah Mataram yang diikuti seluruh personel Korem dan jajaran se Garnizun Mataram.
Share:

Korem Gelar Rapat Koordinasi Perkembangan Keadaan Pasca Gempa di NTB

Mataram - Korem 162/WB menggelar rapat koordinasi bersama SKPD Pemerintah Daerah Provinsi NTB maupun Kabupaten Kota, Ketua Rekompak, perwakilan Polda NTB, para Dandim dan Kasi Korem, Danyonif 742/SWY, Dan/Ka Satdisjan Korem yang dipimpin Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., di Aula Sudirman Markas Korem 162/WB jalan Lingkar Selatan Nomor 162 Mataram, Rabu (19/12).
Usai menggelar rapat mulai siang hingga sore hari tersebut, Danrem 162/WB saat di wawancara sejumlah media menyampaikan dalam proses percepatan pembangunan rumah warga yang terkena dampak gempa akan dilaksanakan operasi teritorial oleh korem 162/WB. "Operasi tersebut merupakan bagian dari percepatan proses rehab rekon dengan harapan satu atau dua bulan kedepan terjadi perubahan pembangunan  yang signifikan," kata Kolonel Ahmad Rizal.
Terkait dengan proses percepatan pembangunan, Danrem sudah melaksanakan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. "Tadi kami sudah koordinasikan dengan tim, BPBD dan PUPR tentang masalah-masalah yang tersumbat ini untuk diakomodir dengan mencari stimulan atau jalan keluar kedepan sehingga pembangunan rumah Huntap pada bulan Januari nanti lebih cepat lagi," harapnya.
Menurutnya, hingga saat ini, jumlah Aplikator dan Fasilitartor masih kurang dan juga menjadi kendala dan hambatan dilapangan, maka nanti kedepan akan ditambah lagi untuk mempercepat pembangunan.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman NTB  Ir. I Gusti Bagus Sugihartha, MT., menjelaskan jumlah rumah yang akan diselesaikan secara totolitas sebanyak 216 ribu namun prioritas saat ini sebanyak 75 ribu yang rusak berat saja dan sampai saat ini rumah yang sudah dalam proses pembangunan lebih dari 2 ribu unit. "Pembangunan rumah itu tidak satu dua hari selesai, itu membutuhkan waktu yang panjang dan secara kuantitas jumlah rumah yang siap huni sudah sekitar 90an unit," ucapnya.
Rapat ini dilaksanakan lanjutnya, untuk mengevaluasi persoalan-persoalan yang menjadi hambatan mulai dari pendataan, pelaksanaan pembangunan, sistem pendistribusian pendananya, termasuk didalam kelompok masyarakat (Pokmas) untuk dipecahkan atau dicarikan solusinya.
"Pembuatan Huntap ini membutuhkan waktu yang panjang, sementara ini masyarakat menempati hunian sementara ada yang dibantu oleh Pemerintah, NGO maupun oleh masyarakat itu sediri dengan standar kelayakan sudah terpenuhi," paparnya.
Menurutnya, pembangunan rumah Huntap ini akan ditargetkan selesai sekitar bulan Maret 2019, namun tetap melihat perkembangan dari pada hasil pelaksanaan oleh masyarakat itu sendiri.
Sementara Ketua BPBD NTB Muh Rum menyampaikan dalam waktu dekat akan ada pencairan dana sebesar Rp 1,1 trilyun sehingga totalnya menjadi Rp 2,7 trilyun. "Yang menggembirakan semua dana sudah diserahkan kepada masyarakat sehingga itu menjadi peluang agar masyarakat segera membentuk kelompok masyarakat sesuai dengan tingkat pengelompokan kerusakan untuk memudah proses pencairannya," ungkap Ketua BPBD NTB.
"Pemerintah akan terus hadir untuk merecovery sesegera mungkin," pungkasnya.
Share:

UNGKAPAN SYUKUR DI HUT KE-57,KOWAD KOREM 162/WB ZIARAH KE MAKAM PAHLAWAN

Dalam rangka memperingati HUT ke-57 Korps Wanita Angkatan Darat pada hari Selasa 18 desember 2018, KOWAD jajaran Korem 162/WB laksanakan ziarah di TMP Majeluk.

Dipimpin  oleh PA Koordinator KOWAD NTB Kapten Ckm (K) Novia dewi,  kegiatan ziarah berjalan khidmat.

Kegiatan ziarah yg dilaksanakan tersebut bukan saja untuk memperingati HUT Kowad, namun juga sebagai ungkapan Penghargaan Serta rasa terimakasih kepada para Pahlawan yang telah berkorban jiwa dan raga melawan penjajah Baik merebut kemerdekaan,maupun mempertahankan  untuk itu sebagai generasi muda harusnya kita bisa menjadikan semangat pahlawan sebagai motivasi kita dalam memajukan bangsa Indonesia yang kita cintai bersama ini, " ungkap Kapten Ckm (K) Novia dewi. 

Setelah melaksanakan penghormatan kepada arwah para Pahlawan dan mengheningkan cipta serta berdoa, personel KOWAD melaksanakan tabur bunga di makam para Pahlawan.

Share:

Danrem 162/WB Tegaskan Antisipasi Gangguan Keamanan Jelang Natal dan Tahun Baru

Mataram - Polda NTB menggelar rapat koordinasri lintas sektoral bidang operasi tahun 2018 dalam rangka pengamanan Natal tanggal 25 Desember 2018 dan Tahun Baru 2019 di wilayah hukum Polda NTB bertempat Ruang Rapat Utama Polda NTB, Selasa (18/12).

Acara tersebut dihadiri Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Achmad Juri, MH., dan jajaran, juga dihadiri Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., Kabinda NTB H. Tarwo Kusnarno, Ketua Bakesbangpol Mataram, Danlanal Mataram, Danlanud Rembiga, Ketua DPRD NTB, Kejati NTB dan instansi terkait yang mengangkat tema "Kita tingkatkan sinergi pelayanan yang promoter kepada masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Danrem 162/WB menyampaikan pengamanan Natal tahun 2018 dan menyambut malam tahun baru 2019 harus ditingkatkan. "Pengamanan menjelang maupun pada hari pelaksanaan perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 harus ditingkatkan sehingga pelaksanaan perayaan Natal maupun tahun baru bisa berjalan aman dan lancar," ucapnya.

Dilanjutkannya, keberadaan aparat dilapangan dalam rangka mengantisipasi adanya gangguan keamanan terkait pelaksanaan Natal dan Tahun Baru dengan melakukan deteksi dini terhadap seluruh perkembangan sosial yang ada dan melaksanakan cegah dini terhadap semua kemungkinan yang dapat mengganggu jalannya perayaan Natal dan Tahun Baru.

"Laksanakan pendataan tempat-tempat yang akan digunakan untuk rangkaian kegiatan perayaan Natal maupun tempat keramain yang akan dikunjungi pada malam tahun baru sehingga bisa langsung dilakukan pembagian dan penempatan personel pengamanan," harapnya.

Pria kelahiran Jakarta tersebut berharap semoga pelaksanaan Natal dan Tahun baru 2019 bisa berjalan aman dan lancar dengan cara saling menjaga dan toleransi hidup beragama sehingga wilayah NTB tetap dalam keadaan aman dan kondusif. 

Sebelumnya kapolda NTb dalam sambutnya menyampaikan Konsentrasi massa pada saat perayaan Natal dan pergantian malam tahun baru 2019 akan terjadi di tempat-tempat ibadah, hiburan, wisata, rekreasi, gedung pertemuan, pusat kota, hotel dan tempat-tempat lainnya yang digunakan untuk perayaan. "Hampir seluruh seluruh masyarakat terlibat dalam kegiatan ini," jelas Kapolda.

Menurutnya, hal semacam itu dapat menimbulkan kerawanan terjadi potensi gangguan hingga gangguan nyata sehingga dalam hal ini Polri sesuai dengan tugas pokoknya menjaga kemananan dan ketertiban masyarakat dalam rangka menciptakan stabilitas Kamtibmas dan mencegah terjadinya gangguan-gangguan tersebut.


Share:

Cegah Konflik Antar Warga, Danrem 162/WB Silaturahmi Dengan Warga

Mataram - Pasca terjadinya bentrok warga Lingkungan Karang Genteng Kecamatan Mataram Kota Mataram dengan warga Desa Bajur Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat pada Minggu pagi (16/12/2018), Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH. M.Han menggelar silaturahmi kerumah warga kedua kampung pada Minggu malam.

Adapun rumah yang dikunjungi Danrem bersama yakni rumah keluarga korban (RH) di Desa Bajur Kecamatan Labuapi dan disambut keluarga korban. Pada kesempatan tersebut, Danrem 162/WB menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya keluarga korban dan mengajak keluarga korban maupun masyarakat untuk bersabar dan ikhlas dengan menyerahkan permasalahan kepada aparat Kepolisian.

"Permasalahan ini sudah ditangani penyidik Kepolisian dan mari kita percayakan aparat Kepolisian untuk bekerja menyelesaikan secara hukum," ucap Danrem.

Selain itu, Danrem juga menekankan kepada Babinsa dan Babinkamtibmas kedua desa untuk lebih pro aktif membina masyarakatnya terutama anak-anak muda sehingga tidak terjadi lagi hal-hal serupa dikemudian hari.

Usai dari rumah duka, Danrem bersama rombongan langsung menuju Lingkungan Karang Genteng untuk bersilaturrahmi dengan warga yang sedang berjaga-jaga. Kesempatan tersebut juga digunakan untuk berkomunikasi dengan warga dan  menyampaikan agar semua pihak sama-sama menahan diri dan tidak terpengaruh ataupun terprovokasi sehingga permasalahan segera bisa diselesaikan dengan baik.

Share:

Dampingi Gunernur NTB, Danrem 162/WB Ingatkan Jaga Kebersihan Lingkungan



Mataram - Dalam rangka memperingati Hari Lahir Provinsi NTB ke 60 tahun 2018, Pemerintah Daerah NTB tadi pagi, Senin (17/12) menggelar aksi bersih-bersih pantai Jangkok kecamatan Ampenan Kota Mataram yang melibatkan seluruh instansi yang ada di Kota Mataram, salah satunya satuan jajaran Korem 162/WB dan jajaran se Garnizun Mataram.
Pada kesempatan tersebut, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., mendampingi Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimasyah, SE. M.Sc., turun langsung ikut membersihkan sampah-sampah di seputaran sungai Jankok bersama para pimpinan instansi dan SKPD baik Kota Mataram maupun Provinsi.

“Kegiatan ini dlaksanakan selain menyambut peringatan Hari Lahir Provinsi Nusa Tenggara Barat ke 60 Tahun 2018, juga untuk mengajak masyarakat untuk mejaga pola hidup sehat salah staunya menjaga kebersihan lingkungan,” ungkap Danrem 162/WB disela-sela pembersihan.
Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan sangat ditekankan didalam ajaran Islam. “Kebersihan sebagian dari iman,” ucapnya. Hal itu menunjukan sambungnya, pentingnya akan kebersihan sehingga melalui kesempatan ini, kita bersama pemerintah daerah dan seluruh instansi membersihkan sungai Jankok yang terlihat kumuh dan kotor akibat sampah yang datang dari hulu dan mengendap di dasar sungai.

Orang nomor satu di jajaran Korem tersebut juga mengajak seluruh komponen masyarakat agar memiliki kesadaran untuk menjaga dan membudayakan kebersihan lingkungan, apalagi sekarang sudah musim hujan sehingga terhindar dari banjir bandang maupun penyakit yang disebabkan nyamuk. 

“Semoga melalui kegiatan ini bisa menggugah hati kita bersama untuk senantiasa menjaga lingkungan terutama membuang sampah pada tempatnya,” pungkas Danrem.
Kegiatan pembersihan sungai jangkok tersebut juga dihadiri Wakil Gubenur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Walikota Mataram H . Ahyar Abduh dan Wakilnya H. Mohan Roliskana.
Share:

"Bakti Sosial dan Karya Bhakti Wujud Kebersamaan TNI dengan Rakyat"

Sumbawa Barat - Peringatan puncak Hari Juang Kartika ke 73 Tahun 2018 akan dilaksanakan tanggal 15 Desember besok disambut dengan berbagai kegiatan sosial, salah satunya bakti sosial yang dibuka langsung Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri di Lapangan Komuter Telu Center (KTC) Kantor Bupati Sumbawa Barat (KSB), Jumat (14/12).
Acara Baksos dalam rangka memeriahkan Hari Juang Kartika tersebut diikuti sekitar 3000 orang tersebut dengan berbagai macam kegiatan diantaranya pengobatan massal dan kegiatan tambahan.
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP., dalam sambutannya yang dibacakan Kasdam IX/Udayana menyampaikan pada Bakti Sosial kali ini akan dilaksanakan beberapa kegiatan yaitu donor darah, pengobatan umum, pemeriksaan gigi, mata dan pembagian kaca mata baca, kitanan massal, pelayanan KB Kes, operasi bibir sumbing, katarak dan bedah minor serta pembagian kaki palsu, kursi roda dan pembagian sembako. Selain itu, dilaksanakan juga kegiatan Karya Bakti berupa bedah rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi Veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia, penghijauan, anjangsana ke Warakawuri dan bazar.
"Perlu saya sampaikan bahwa kegiatan Bakti Sosial dan Karya Bakti yang kita laksanakan ini merupakan wujud kemanunggalan TNI dengan Rakyat bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Provinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa Barat serta Yayasan Smile Train yang membantu untuk turut meringankan beban masyarakat sesuai dengan tema Hari Juang Kartika Tahun 2018 yaitu “TNI Angkatan Darat Mengabdi dan Membangun Bersama Rakyat,” ungkap Pangdam IX/Udayana.
Selain kegiatan sambung Pangdam, juga akan dilaksanakan penyuluhan - penyuluhan seperti penyuluhan Narkoba, penyuluhan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), penyuluhan Stunting, penyuluhan Parenting Paud, penyuluhan CA Cervix dan penyuluhan pelayanan IVA Test.
 
Mengakhiri sambutannya, Jenderal Bintang Dua tersebut mengucapkan selamat Hari Lahir Provinsi Nusa Tenggara Barat Ke-60 tanggal 17 Desember 2018 dan Kabupaten Sumbawa Barat Ke-15 tanggal 20 Nopember 2018, semoga kedepan lebih maju, berkembang pesat dalam semua aspek dan lebih berkhidmat, amanah, religius dan berdaya saing untuk mewujudkan NTB Gemilang.
Sementara Bupati Sumbawa  Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM., dalam sambutannya mengucapkan terimakasih Kepada TNI Polri yang sudah luar biasa bersama-sama membantu masyarakat Sumbawa Barat dalam setiap event terutama saat bencana gempa yang melanda NTB khususnya KSB.
"Terpilihnya daerah KSB sebagai tempat penyelengaraan Baksos dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika tingkat Kodam IX/Udayana merupakan suatu kehormatan bagi kami masyarakat Sumbawa Barat, dengan demikian akan dapat menambah kedekatan antara masyarakat dengan TNI," pungkasnya. 
 
Kegiatan baksos tersebut sebanyak 1450 paket sembako dibagikan kepada masyarakat, semen sebanyak 3000 sak, 2933 peserta pengobatan massal, penanaman pohon sebanyak 281.250 pohon diseluruh kodim jajaran Korem 162/WB, bedah Rumah/RTLH sebanyak 20 unit rumah tersebar di wilayah Korem 162/WB berkerjasama dengan Dinas PUPR NTB dan Pembangunan Kembali sekolah SDN 5 Labuhan Lombok Kabupaten Lombok Timur sebanyak 6 Kelas, berkerjasama dengan PT. IPPS dengan anggaran sebanyak Rp.450.000.000,-.

Acara Baksos tersebut dihadiri Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., Aster Kasdam IX/Udayanan, Staf ahli Pangdam IX/Udayana, Kabalakdam IX/Udayana, para Kasi dan Dandim se jajaran Korem, Dan/Ka Satdisjan, Dirut PT. AMNT, Kapolres Sumbawa Barat, para SKPD dan Camat se KSB, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat KSB.
Usai membuka kegiatan bakti sosial, Kasdam IX/Udayana bersama rombongan melaksanakan penanaman pohon secara simbolis di KTC Kantor Bupati KSB dan Anjangsana Danrem 162/WB ke Kampung sampir didampingi Kasrem, Dandim 1607/Sumbawa dan Dandim 1628/Sumbawa Barat, Pasi bahkti dan Danramil.**Twinbot
Share:

Kawali TV

Blog archive

Recent Posts

BERITA