Menteri KKP, Susi Pudjiastuti, tebar 7 benih ikan di Kab. Pangandaran

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti untuk kesekian kalinya  melakukan kunjungan kerja sekaligus memberikan bantuan ke kampung halamannya di Kabupaten Pangandaran.
Bertempat di Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang Susi yang didampingi rombongan dari Kementerian KKP  dan Dinas Perikanan Propinsi Jawa Barat menebar 296 ribu benih ikan air tawar di sungai Ciseel, Ciganjeng.(6/11).
Beberapa jenis ikan, seperti Nilam, Lele, Betok, Gurame dan Ikan Mas, Nila dan Baung dilepas Susi bersama-sama Dirjen Perikanan Budi Daya, Kepala Dinas perikanan propinsi Jabar, Pj Bupati Pangandaran dan pejabat lainnya. “Saya juga tebar benih udang galah dan kepiting agar sungai ini bisa menjadi tambahan mata pencaharian penduduk disini. “Kata Susi.
Selesai penebaran benih ikan, Susi mewanti-wanti pada warga agar jangan menangkap ikan dengan cara diestrum, diracun atau cara yang bisa menghabiskan semua jenis ikan yang ada di sungai. “Dari jumlah benih ikan yang ditebar ini, 3 tahun kedepan diperkirakan akan mencapai 7,5 ton. “Terang Susi.
Dalam dialog langsung dengan masarakat di lokasi penebaran ikan, Susi meminta masarakat mau bersama-sama menjaga kelestarian sungai agar ikan yang ada di dalamnya bisa berkembang dengan baik. Dan masarakat pun harus janji tidak akan menangkap ikan dengan cara diestrum dan menggunakan racun. “Kalau tidak mau, saya bawa lagi benih ini untuk ditanam di sungai cikidang pangandaran. “Tegas Susi, yang langsung dijawab serempak warga berjanji untuk tidak  melakukan hal tersebut.
Masih kata Susi, jika masih ada warga yang menangkap ikan di sungai dengan cara-cara tersebut, maka ia tidak akan segan-segan untuk melaporkan pada polisi. “Semua harus sepakat untuk bersama merawat keberadaan sungai agar populasi ikan pun terus berkembang. “Lanjut Susi.
Kepada warga yang memenuhi bibir sungai Susi pun berjanji, pihaknya akan setiap tahun menebar ikan di Ciseel. Asalkan, keberadaan ikan dijaga dengan tidak diracun dan diestrum..
Sementara menurut warga sekitar, sejak tahun 90an ikan endemis Sungai Ciseel seperti nilam sudah jarang ditemui. Hal tersebut dikarenakan sejak tahun itu ciseel mengalami kekeringan. “Padahal sejak tahun 70an sungai ini tidak pernah kering, tapi sejak 90an terjadi kekeringan jika musim kemarau. “Ungkap salah seorang warga.(hiek-PNews)

Share:

0 comments:

Post a comment

Kawali TV

Blog Archive

Recent Posts

BERITA