» » Ketum IPPAT Mendatang Harus Peka Terhadap Kritik

 

Ketua Umum IPPAT terpilih mendatang itu harus lebih peka lagi terhadap permasalahan organisasi. Salah satunya dengan aktif mengawasi kinerja pengurusnya dan juga menyikapi berbagai macam keluhan.Dan diharapkan juga harua peka terhadap kritik dari anggota.
Demikian disampaikan oleh Notaris – PPAT Kabupaten Bekasi H.Irfan Ardiansyah, SH. LLm. SpN, kepada Kawalitv.com Sabtu minggu kedua April lalu terkait harapannya dan otto kritik bagi IPPAT mendatang
Irfan menilai dewasa ini anggota IPPAT sudah cerdas dalam memilih calon Ketua Umumnya. Ia melihat, demokrasi di dioragnaisasi IPPAT sudah berkembang pesat.
 "Kalau saya melihat tidak dalam konteks siapa calon itu, saya lebih melihat memang kehidupan demokrasi organisasi IPPAT secara nasional semakin dewasa. Dan anggota  saat ini lebih berani mengkritisi. Dan tentunya seorang ketua harus peka melihat perkembangan organisasi," ujar Irfan.
"Saat ini mereka sudah punya pilihan masing-masing dan  menampilkan siapa yang dia rasa paling cocok menjadi Ketua umumnya di Makasar mendatang. Intinya semua calon Ketua Umum dan para pendukungnya menginginkan Kongres tetap harus di gelar," terang Irfan.
“Apapun kondisinya kongres harus tetap berjalan, apapun caranya. Tinggal bagaimana para Ketua Pengwil bersikap karena yang punya anggota IPPAT itu Pengwil. Siapa lagi yang harus bergerak kalau bukan Pengwil-pengwil. Jadi, tolong bantulah anggota untuk menuntaskan mimpinya memilih calon pemimpinnnya,” ujar Irfan.
Irfan menilai menjadi Ketua Umum itu tidak mudah. Dan bicara sial pemimpin, karena saya seorang muslim, maka saya berharap Ketua Umum mendatang itu istiqomah. Istiqomah dimaksud Irfan bukan sekadar pada ucapan, perbuatan tapi juga pada niatan yang tulus untuk mengabdi kepada organisasi. Maksudnya ucapan, perbuatan dan hati seorang Ketua Umum IPPAT mendatang seyogyanya seluruhnya tetap berada di atas jalan istiqomah. Dalam menjalankan keorganisasaian ataupun perkumpulan tentu akan dihadapkan dengan berbagai resiko.
Ditegaskan Irfan, resiko bagi seorang Ketua Umum adalah hal yang wajib di hadapi dan tentunya bagaimana seorang Ketua Umum bisa mengatasi itu dengan manajemen konflik.
Dan menurut Irfan, aneh rasanya apabila kita mendengar seorang pemimpin  takut dengan resiko. Resiko adalah menu atau makanan wajib yang harus siap dihadapi oleh setiap pemimpin dan dia harus siap mendapat kritikan pedas bahkan harus siap dibenci untuk sebuah pengambilan keputusan yang bias dianggap salah oleh anggotanya.
Sebagai Ketua Umum lanjut Irfan, adalah ujung tombak pengambil keputusan yang ada didalam sebuah organisasi ataupun perkumpulan. Dan setiap keputusan ada di tangan Ketua.
"Salah sedikit saja dalam mengambil keputusan  sudah dapat di pastikan  berdampak buruk bagi organisasi.
Untuk itu, komunikasi yang baik bersama anggota dalam pengambilan keputusan yang luar biasa adalah jalan terbaik," tegas Irfan.
Dan menurut Irfan, kritik merupakan bagian dari majunya sebuah organisasi. Jangan jadikan kritik beban, tapi jadikanlah kritik sebagai acuan untuk terus terbang lebih tinggi” imbuh Irfan
“Harapan saya kedepan Kongres mendatang berjalan aman dan tertib dan saya yakin itu karena pemilih sekarang sudah cerdas dan mereka menginginkan kongres ini tetap berjalan sebagaimana mestinya, “ ujar Irfan.


Lebih jauh Irfan mengharapkan nggota INI – IPPAT Jawa Barat harus terus menjaga semangat keguyuban, terus jangan dihilangkan, ataupun ditiadakan. Jangan sampai dihancurkan oleh seseoarang atau kelompok manapun. Keguyuban harus terus djaga bangunannya termasuk dalam menghadapi ramainya perkembangan informasi dan dinamika IPPAT yang kian menghangat jelang kongres. (Pramono)

TENTANG KawaliTV

Yayasan Bentang Kawali Cemerlang
«
Selanjutnya
Posting Lebih Baru
»
Sebelumnya
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Tinggalkan Balasan

Banner iklan disini